SimpulRakyat.co.id, Makassar – Sehari jelang pelaksanaan Kongres IV Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Makassar (IKA SMANSA), sejumlah perwakilan alumni lintas angkatan menggelar pertemuan silaturahmi di Warkop Dg Sija IKIP, Jalan Rutan, Makassar, Jumat (25/4/2025) sore.
Pertemuan ini dipimpin oleh Ir. H. Arfandy (alumni 1985), yang memfasilitasi diskusi terbuka mengenai dinamika menjelang kongres, termasuk kritik terhadap kinerja panitia dan belum dibukanya pendaftaran calon Ketua Umum periode 2025–2029.
“Panitia seharusnya membuka ruang demokrasi melalui proses penjaringan terbuka sesuai AD/ART. Tanpa itu, akan sulit menjaga netralitas dan transparansi,” kata salah satu alumni angkatan 1980-an yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, banyak tokoh alumni yang dinilai layak memimpin, di antaranya Andi Ina Kartika Sari (alumni 1993, Bupati Barru), Dr Andi Muhammad Taufik (alumni 1986, Kajati Sulut), hingga Irjen Pol Andi Rian Djajadi (alumni 1987, Kapolda Sumsel).
Namun demikian, ia mempertanyakan keseriusan figur-figur tersebut untuk maju dalam kongres jika tidak ada kompetisi terbuka.
“Kami menolak calon tunggal. Semua alumni berhak maju dan dipilih, dengan visi misi yang dipaparkan sebelum pemilihan,” tegasnya.
Dalam pertemuan itu, sejumlah alumni juga mengkritik kepengurusan IKA SMANSA sebelumnya yang dinilai kurang responsif terhadap isu dan peristiwa besar yang melibatkan alumni. Salah satunya terkait rencana pembangunan sekretariat IKA SMANSA yang sejak peletakan batu pertama pada 2023, dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti.
“Katanya sudah ada desain dan anggaran, bahkan donatur. Tapi realisasi tidak ada hingga masa kepengurusan hampir berakhir,” ungkap salah seorang alumni.
Kritik juga datang dari alumni angkatan 2000-an yang merasa tak dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan struktur organisasi.
“Kami ini angkatan terbanyak, tapi hampir tak pernah dilibatkan,” keluh seorang alumni yang hadir.
Di tengah perbincangan hangat, nama Dr Chaerul Amir, SH, MH, alumni 1985 dan Ketua Bidang Profesi dan Hukum IKA SMANSA periode 2020–2024, secara spontan didaulat oleh peserta pertemuan untuk maju sebagai calon Ketua Umum IKA SMANSA 2025–2029.
Menurut mereka, rekam jejak dan kepemimpinan Chaerul dinilai mumpuni. Ia dikenal aktif memediasi konflik antarangkatan secara personal, serta menunjukkan komitmen terhadap penguatan organisasi.
“Kami butuh figur yang bisa merangkul semua angkatan dan membawa IKA SMANSA ke arah yang lebih inklusif dan profesional,” ujar salah satu alumni angkatan 2000-an.
Chaerul Amir sendiri menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai kandidat. “Saya menerima amanah ini dengan sukacita dan siap berkompetisi secara terbuka di kongres,” ujarnya saat dihubungi seusai pertemuan.
Jaksa senior yang kini bertugas di Kejaksaan Agung RI ini juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan program kerja. “IKA SMANSA harus menjadi wadah yang memberi ruang berkontribusi bagi alumni, almamater, dan masyarakat secara luas,” tandasnya.
Kongres IV IKA SMANSA dijadwalkan berlangsung Sabtu (26/4/2025) di Hotel Novotel, Makassar.


Tinggalkan Balasan