SimpulRakyat.co.id, Pangkep – PT Semen Tonasa menyampaikan kondisi terkini perusahaan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama warga ring 1 di Gedung DPRD Kabupaten Pangkep, Selasa (15/4/2025).

Rapat yang digelar di lantai dua kantor DPRD ini dihadiri jajaran legislatif, kepala desa, lurah, dan masyarakat dari wilayah sekitar pabrik.

RDP yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Pangkep, Andi Ilham Zainuddin, berlangsung bersama Komisi II DPRD. Ketua DPRD Pangkep, H. Haris Gani, turut hadir membuka sidang. Hadir pula sejumlah anggota dewan lainnya seperti H Lutfi Hanafi, Umar Haya, dan Syahruddin.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Asruddin, memaparkan sejumlah tantangan yang tengah dihadapi perusahaannya.

Asruddin mengungkapkan bahwa sejak menjabat sebagai dirut, ia terus berupaya memahami tuntutan dan harapan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“PT Semen Tonasa adalah perusahaan BUMN. Sudah menjadi kewajiban kami untuk memperhatikan masyarakat sekitar, terutama di ring 1. Berbagai program sosial terus kami jalankan sebagai bentuk komitmen kami terhadap Kabupaten Pangkep,” ujar Asruddin.

Meski demikian, ia mengakui kondisi perusahaan saat ini tidak sedang berada pada masa kejayaan. Menurutnya, hanya dua dari lima unit produksi yang saat ini masih beroperasi, yakni Tonasa 2 dan Tonasa 4.

“Produksi menurun, pasar menyempit, dan persaingan semakin ketat. Saya memimpin di masa yang cukup berat. Namun kami terus berbenah agar Semen Tonasa bisa bangkit perlahan,” jelasnya.

Menanggapi tuntutan warga terkait program outsourcing, Asruddin menyampaikan akan mengundang para kepala desa dan lurah dalam rapat internal yang dijadwalkan digelar di kantor pusat PT Semen Tonasa pada Rabu (16/4/2025).

Terkait keluhan kondisi jalan, Asruddin menyebut bahwa pihaknya untuk sementara masih melakukan pemeliharaan.

“Penganggaran pembangunan jalan baru insya Allah akan dimasukkan dalam rencana tahun 2026,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, Wakil Ketua DPRD Pangkep, Andi Ilham Zainuddin, juga memberi ruang kepada Kepala Desa Biring Ere, Muh Syawir, untuk membacakan 12 poin tuntutan masyarakat yang sebelumnya disuarakan dalam aksi demonstrasi.

Menanggapi hal itu, Asruddin menyampaikan bahwa pihaknya telah mengakomodasi beberapa usulan, termasuk tambahan alokasi anggaran sebesar Rp500 juta untuk desa dan kelurahan di ring 1.

“Silakan ajukan proposal. Kami akan berkoordinasi dan insya Allah tahun depan bisa direalisasikan,” pungkas Asruddin.