SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Sebanyak 45 pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) mengikuti pelatihan pengelolaan usaha dan keuangan di Aula Pertemuan Lantai 6 Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Kabupaten Pangkep, Kamis (1/10/2026).

Pelatihan bersama ini digelar tujuh Forum Mitra Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Tonasa sebagai bagian dari realisasi program Rencana Kerja dan Anggaran Pemberdayaan Masyarakat (RKAPM) 2026.

Diketahui, kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu pelaku UMK meningkatkan kemampuan mengelola keuangan, memperkuat manajemen usaha, serta mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketua Panitia Sol Ahmad mengatakan pelatihan diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan bimbingan yang bisa langsung diterapkan dalam menjalankan usaha.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku UMK memperoleh pengetahuan dan bimbingan yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha secara lebih mandiri, terarah, dan berkelanjutan,” kata Sol Ahmad saat membacakan laporan panitia.

Sol Ahmad yang juga Ketua Forum Mitra TJSL Kesatria Kelurahan Bontoa mengapresiasi dukungan PT Semen Tonasa terhadap pengembangan UMK di wilayah lingkar perusahaan.

Peserta, panitia, pendamping, dan narasumber berfoto bersama usai pelatihan pengelolaan usaha dan keuangan UMK. (Foto: Ist)

Sementara itu, Senior Manager (SM) of TJSL PT Semen Tonasa Abbas mengatakan pelatihan menjadi salah satu bentuk pembinaan bagi pelaku UMK, terutama usaha pemula yang memiliki potensi berkembang.

“Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kepada pelaku UMK, khususnya UMK pemula yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi UMK yang lebih maju,” ujar Abbas saat membuka kegiatan.

Menurut Abbas, pelaku UMK yang memiliki potensi akan mendapat pembinaan secara bertahap. Pendampingan mencakup pemenuhan legalitas usaha, desain dan branding produk, peningkatan proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran.

Selain itu, kata Abbas, pelaku UMK juga berpeluang mendapat pendampingan untuk mengikuti pameran dan memperluas akses pasar.

“UMK yang memiliki potensi untuk berkembang dan menyerap tenaga kerja akan menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian pendampingan maupun dukungan sarana atau peralatan sesuai kebutuhan dan hasil verifikasi,” jelas Abbas.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan lima materi. Abbas menyampaikan materi Road Map UMK Naik Kelas, sedangkan materi keuangan dan pembukuan UMK dibawakan Administration & Finance Junior Officer TJSL PT Semen Tonasa Muhammad Syahrul Malik.

Tiga materi lainnya mencakup manajemen penguatan kelompok UMK yang dibawakan Penanggung Jawab Program Ruslan H Ali, penguatan mentalitas pelaku usaha oleh Ketua Koordinator Pendamping Ahyar, serta digitalisasi UMK melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang disampaikan narasumber dari Bank BRI.

Sekadar informasi, peserta merupakan perwakilan kelompok UMK dari tujuh forum mitra TJSL di wilayah lingkar PT Semen Tonasa, meliputi Forum Mitra TJSL Kesatria Bontoa, Forum Massapanae Sapanang, Forum Masagena Bara Batu, Forum Mappideceng Taraweang, Forum Andi Mappe Samalewa, Forum CSR Multi Pihak Taruna Melati Kalabbirang, dan Forum CSR Multi Pihak Prima Mandiri Mangilu. (*)