SimpulRakyat.co.id, Luwu – Intensitas Hujan yang tinggi mengakibatkan banjir secara tiba-tiba di beberapa Kecamatan wilayah Kabupaten Luwu, pada Selasa, (4/3) dinihari tadi.

Banjir terparah terjadi di kecamatan Kamanre, setelah sungai pareman meluap. Luapan sungai pareman merendam rumah warga, tambak, hingga sempat memutus jalan Poros Trans Sulawesi.

Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Luwu, sebanyak 215 unit rumah terendam, 1 unit fasilitas ibadah, 1 unit fasdik, 2 unit pustu, 65 ha sawah, 50 ha tambak udang, jln poros desa, jalan poros provinsi, dan 5 titik tanggul jebol sepanjang 500 M.

Selain Kecamatan Kamanre, Banjir juga terjadi di Kecamatan Ponrang selatan (Desa Taramattekeng, Desa Paccerakang), kecamatan Bua : (Desa Pamesakkang) dan Kecamatan Lamasi Timur (Desa Pompengan tengah, Desa Pompengan Pantai).

“Kecamatan Ponrang selatan : 65 unit rumah terendam, 1 unit fasdik
– Kec. Bua : 57 unit rumah terendam
– Kec. Lamasi Timur : 150 unit rumah terendam, 2 unit fasdik, 1 unit pustu, 20 ha tambak ikan,” ungkap Kepala bidang kedaruratan dan logistik, BPBD Kabupaten Luwu, Kariadi, SE.

Hingga berita ini diterbitkan, pukul 13. 21 wita kondisi banjir di beberapa Kecamatan terdampak telah berangsur-angsur surut. Warga terdampak mulai melakukan pembersihan sisa-sisa material lumpur yang terbawa banjir di rumah masing-masing.