SimpulRakyat.co.id, Makassar — Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mengawal jalannya pemerintahan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA) sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar periode 2025-2030.

Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Muh. Akbar Supriadi, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya pasangan MULIA. Ia berharap pemerintahan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik dan mendapat perlindungan dari Allah SWT.

“Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar sebagai satu-satunya organisasi kepemudaan yang berdiaspora telah menunjukkan keberpihakan dan dukungan terhadap pasangan MULIA dalam Pilkada 2024. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab moril bagi kami untuk mengawal jalannya pemerintahan ini pasca suksesi dan pelantikan,” ujar Akbar dalam keterangan resminya, Minggu (2/3/2025).

Akbar juga menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang konsisten dengan gerakan dakwah kultural dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks politik, Muhammadiyah berperan sebagai mitra strategis pemerintah secara kelembagaan.

Sementara itu, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Muhammad Fauzan, menambahkan bahwa Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar melihat politik sebagai media dakwah yang harus dijalankan dengan prinsip kebangsaan.

“Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mengawal pemerintahan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham. Kami siap menjadi mitra strategis dan kritis bagi Pemerintah Kota Makassar,” ujar Fauzan yang akrab disapa Ochank.

Ia juga berharap bahwa dalam proses transisi dan restrukturisasi pemerintahan, pasangan MULIA dapat menjunjung tinggi profesionalisme dan menjalankan kepemimpinan yang akseleratif.

“Melibatkan Muhammadiyah dalam pemerintahan adalah langkah strategis. Sebagai ormas yang sudah teruji dalam perjalanan sejarah, Muhammadiyah mengedepankan nilai, ide, dan gagasan Islam Berkemajuan untuk kepentingan bangsa dan negara, termasuk Kota Makassar,” lanjutnya.

Sebagai langkah awal, Fauzan menyebut pihaknya akan mengkaji program keagamaan Pemerintah Kota Makassar periode ini. Dari hasil kajian tersebut, Pemuda Muhammadiyah akan memetakan potensi kemitraan dengan pemerintah untuk bersinergi dalam pembangunan daerah.

“Kami akan melihat sejauh mana keterlibatan Muhammadiyah dalam politik secara independen dan aktif. Manifestasi dari keterlibatan ini akan berjalan secara alami sesuai dengan prinsip perjuangan kami,” pungkasnya. (*)