SimpulRakyat.co.id, Makassar – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV/Hasanuddin, Letkol Arm Gatot Awan Febrianto, menyebut keberadaan Harian Pedoman Rakyat (PR) yang telah bertahan selama 78 tahun merupakan pencapaian luar biasa. Menurutnya, tidak semua media mampu bertahan dalam kurun waktu yang panjang seperti itu.
“Saya mengucapkan selamat dan Dirgahayu Pedoman Rakyat. Semoga kiprah yang telah ditorehkan dapat terus berkesinambungan bersama kami, jajaran TNI Kodam XIV Hasanuddin, dalam menunjukkan karya kita kepada bangsa,” ujar Letkol Arm Gatot Awan Febrianto saat mewakili Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun dalam peringatan HUT ke-78 Harian Pedoman Rakyat di Virendy Cafe, Makassar, Senin (3/3/2025) petang.
Gatot yang menjabat Kapendam sejak 13 November 2024 menekankan bahwa pers merupakan pendidik awal di tengah masyarakat. Terlebih dalam era digital, media memiliki peran krusial dalam mencerdaskan bangsa.
“Fungsi insan pers, terutama di era sekarang, sangat penting dalam menghadirkan situasi kondusif demi kemaslahatan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gatot juga membagikan pengalaman bertugas di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) saat Darurat Militer tahun 2003-2004. Ia mengaku pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling sulit dalam karier militernya.
“Sungguh berat ketika harus berhadapan dengan saudara sendiri. Karena itu, mari kita menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini,” ujarnya.
Pers sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Ismawaty Nur, menegaskan bahwa media memiliki peran sentral dalam membangun citra pemerintah.
Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa kritik konstruktif dari media sangat diperlukan untuk memastikan jalannya pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Saya tidak ingin media hanya menjadi corong pemerintah demi mendapatkan keuntungan. Media harus tetap kritis agar pemerintah tidak merasa sudah sempurna. Ini bagian dari kritik sosial yang sehat,” tegasnya.
Ia juga menyambut baik ajakan kerja sama dari PWI dan Pedoman Rakyat dalam meningkatkan kapasitas wartawan.
Harapan Besar bagi Pedoman Rakyat
Sementara itu, Benny Manuhua, yang datang jauh-jauh dari Bandung, mengungkapkan kebanggaannya bisa menghadiri peringatan HUT ke-78 PR. Ia berharap di usia ke-80 nanti, PR dapat kembali terbit dalam format cetak meskipun hanya untuk sehari pada 1 Maret 2027.
Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, Ir Manaf Rahman, juga berharap peringatan ini semakin mempererat hubungan antaralumni PR yang tersebar di berbagai daerah.
“Di mana pun berada, alumni PR selalu mencari sesama alumni. Pada setiap 1 Maret, momentum ini dijadikan ajang silaturahim,” katanya.
Sejarah Pedoman Rakyat
Harian Pedoman Rakyat pertama kali terbit pada 1 Maret 1947 dengan nama “Pedoman” dan “Pedoman Harian”, yang didirikan oleh Soegardo dan Henk Rondonuwu. Pada tahun 1950, nama media ini berubah menjadi “Pedoman Rakyat” seiring dengan perubahan badan hukum yang mengelola media tersebut.
Sejak saat itu, PR terus berkembang hingga akhirnya tutup pada Oktober 2007. Namun, pada Maret 2022, para alumninya kembali menghidupkan media ini dalam bentuk daring dengan nama Pedomanrakyat.co.id.
Perayaan HUT ke-78 PR kali ini turut dihadiri Direktur Utama PT Pedoman Rakyat Utama, James Wehantouw, sejumlah alumni PR, serta tokoh pers Sulawesi Selatan. (**)


Tinggalkan Balasan