SimpulRakyat.co.id, Makassar – Kota Makassar kembali dirundung banjir besar akibat hujan deras yang mengguyur kota sepanjang hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar melaporkan, sebanyak 11 kecamatan terdampak, dengan 528 warga dari lima kecamatan terpaksa mengungsi ke tempat aman, Minggu (15/12/2024).
Berdasarkan data BPBD hingga pukul 20.00 WITA, kecamatan yang terkena dampak banjir meliputi Biringkanaya, Tamalanrea, Ujung Tanah, Wajo, Ujung Pandang, Mariso, Mamajang, Rappocini, Manggala, Panakkukang, dan Makassar. Dari jumlah tersebut, pengungsian terbesar terjadi di Kecamatan Manggala dengan 110 jiwa yang diungsikan ke Masjid Jabal Nur dan Masjid Makkah Al Mukarramah.
Di Kecamatan Mamajang, 35 warga dievakuasi ke Masjid Al Qudus. Sedangkan di Wajo, 103 orang mengungsi di Masjid Nurul Islam. Pengungsian juga terjadi di Kecamatan Makassar, dengan 222 warga ditempatkan di Universitas Terbuka Jalan Monginsidi. Sementara di Panakkukang, warga berlindung di Masjid Nurul Hikmah dan Gereja Toraja Masale.
Banjir juga melumpuhkan Rumah Sakit Islam Faisal di Jalan AP Pettarani. Genangan setinggi tumit hingga betis orang dewasa menghambat akses masuk ke rumah sakit, bahkan air telah memasuki area pelayanan kesehatan, termasuk ruang ICU.
“Iya, betul (pasien dievakuasi karena banjir). Untuk sekarang, kami memindahkan pasien terdampak ke ruangan yang bebas dari genangan air,” ungkap Manager on Duty RS Faisal, dr. Farida.
Evakuasi dilakukan dengan cepat untuk memastikan keselamatan pasien. “Alhamdulillah, semua pasien sudah dipindahkan ke ruangan yang aman,” tambahnya.
Selain menyebabkan pengungsian massal, banjir ini memicu kemacetan parah di berbagai titik utama, termasuk Jalan AP Pettarani. Aktivitas warga terganggu, dengan rumah-rumah dan fasilitas umum terendam banjir.
BPBD Makassar terus memantau situasi dan melakukan upaya evakuasi di titik-titik yang terdampak parah. Sementara itu, warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas dalam menghadapi potensi banjir susulan.
Situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya penanganan banjir yang lebih terintegrasi di kota Makassar, khususnya mengingat curah hujan yang tinggi selama musim penghujan.


Tinggalkan Balasan