SimpulRakyat.co.id, Luwu – Aksi demonstrasi berujung rusuh yang mengakibatkan polisi lepaskan tembakan Gas Air Mata ke arah demonstran di Depan Kantor Polres Luwu, Senin (29/7) siang.
Aksi tersebut merupakan simulasi Sispamkota dalam rangka Pengamanan Pilkada 2024-2025.
Simulasi tersebut dihadiri Kapolres Luwu, Koordinator Devisi Penanganan pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Luwu, Asriani, dan perwakilan KPU Luwu.
Di Awal simulasi, Pasangan Balon Bupati dan Wakil Bupati Luwu melakukan pendaftaran di KPU, namun ditolak karena tidak lengkap secara administrasi.
Ditolaknya Balon tersebut kemudian menurunkan massa untuk melakukan aksi unjuk rasa untuk menggagalkan Pleno KPU, yang berujung anarkis.
Lebih dari 400 pasukan dari Polres Luwu yang dibantu satu Kompi Brimob dari Batalyion D Polda Sulsel berhasil mengamankan unjuk rasa.
Kapolres Luwu AKBP Arisandi usai menyaksikan simulasi mengingatkan anggotanya untuk memperhatikan HAM dalam melaksanakan tindakannya nanti.
Meski demikian, ia juga mengingatkan anggotanya untuk senantiasa melakukan tindakan prefenti agar kondisi buruk seperti demikian tidak terjadi.
“Tidak boleh ada pihak manapun juga yang kita biarkan untuk melakukan upaya-upaya mengganggu, menggagalkan terlaksananya pemilihan kepala daerah nanti,” kata dia.
“Kita sudah siapkan bantuan dari Brimob 1 kompi yang siap membackup kita. Kita melakukan upaya preventif dan preentif agar yang simulasikan hari ini tidak terjadi,” tambah Arisandi.
Agar Pilkada nanti gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati ama dan lancar, adalah pencegahan, sambung Arisandi.
“Yang perlu dilakukan diperhatikan apabila terjadi tindakan seperti tadi (caos) kita harus tetap satu komando, dalam ikatan suatu kelompok sesuai arahan perwira pengendali di lapanga,” kuncinya.
Terakhir, Arisandi meminta anggotanya untuk menjaga kesabaran selama menjalankan tugas nantinya.


Tinggalkan Balasan