SimpulRakyat.co.id, Makassar – Terkait adanya usaha panti pijat yang tetap beroperasi di bulan suci Ramadan 1445 Hijriah dan mengabaikan surat edaran Wali Kota Makassar Nomor 559/97/S Edar/Dispar/III/2024 tentang penutupan sementara tempat hiburan dalam rangka menghormati bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah/2024 M dan memperingati hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1946). Masalah pelanggaran surat edaran Wali Kota Makassar tersebut mendapat tanggapan dari Brigade Muslim Indonesia (BMI).

Diketahui, Camat Wajo Nimrod Sembe memberikan teguran terhadap 2 panti pijat, yakni panti pijat Golden Family Refleksi di jalan Sulawesi dan panti pijat Java Refleksi Keluarga jalan Diponegoro yang tetap beroperasi di bulan suci Ramadan. Selanjutnya bila sudah ditegur masih melakukan pelanggaran, maka Camat Wajo akan koordinasi dengan pihak Satpol PP untuk memberikan sanksi.

Menyikapi hal tersebut, Ketua harian BMI, Muhammad Hanif Aji Muslim menyesalkan adanya panti pijat beroperasi di bulan Ramadan.

“Ini kelewatan kejahatan mereka sama yang telah dilakukan JRM terhadap umat Islam, kalau kemarin JRM menghina umat Islam karena mengajak orang berbuka dengan babi guling. Maka pelaku pengusaha ini sangat tidak menghargai bulan suci Ramadhan dengan cara sengaja membuka usaha panti pijatnya di bulan Ramadhan,” ungkap Muhammad Hanif Aji Muslim kepada wartawan, Senin (8/4/2024).

“Seharusnya Pak Camat tidak lagi membuat surat teguran tetapi memberikan rekomendasi kepada Pemkot Makassar untuk mencabut izin dan menutup tempat usahanya,” tegas dia.

Lebih lanjut Muhammad Hanif mengatakan, idealnya Pemkot Makassar melalui Satpol PP memberi sanksi tegas  berupa penyegelan tempat usaha tersebut.

“Sesuai dengan statement Kasatpol PP Makassar di media bahwa akan memberikan sanksi tegas, penyegelan terhadap pengusaha yang melanggar aturan di bulan suci Ramadhan,” pungkasnya. (Nasution)