SimpulRakyat.co.id, Luwu – Teka-teki majunya Ketua DPD Nasdem Kabupaten Luwu, Andi Muhammad Arham Basmin (ABM) pada Pilkada Luwu 2024 kini terpecahkan. Hal tersebut terlihat jelas dari pesan siar Sekretaris Partai Nasdem Kabupaten Luwu, Adiatma meneruskan pesan ABM pada Rabu, (27/3) dinihari.

“Assalamualaikum Wr Wb. Kepada kedua orang tuaku, saudaraku, sahabatku, dan seluruh keluargaku yang saya cintai, hari ini Rabu 27 Maret 2024 di bulan Ramadan saya mohon ijin menyampaikan kesediaan dan kesiapan saya ikut serta dalam kontestasi Pilkada Luwu 2024,” tulisnya.

Lanjut kata ABM, dirinya kini tengah berupaya mencukupkan dukungan partai politik yang akan menyokong dirinya nanti. Meski diketahui, Diketahui, pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu, Partai NasDem Luwu menjadi pemenang Pemilu dengan perolehan suara sebanyak 43.169 suara, dengan perolehan 6 kursi dan berhak atas kursi Ketua DPRD Luwu.

Pada pesan siar tersebut, juga ABM sebut bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya nanti, masih dipertimbangkan. Sejumlah figur disebutnya masuk dalam kriteria.

“Mulai mempertimbangkan beberapa figur Calon Wakil Bupati yang akan mendampingi saya berjuang pada Pilkada Luwu tahun ini, dan memberi pengabdian terbaik kami untuk Masyarakat Luwu selama 5 tahun kedepan jika kami diberi Amanah,” tambahnya.

Di penghujung pesan, ABM berharap doa dari keluarga dan masyarakat Luwu.

“Saya sadar betul bahwa perjalanan yang saya pilih ini tidak akan mudah, bahkan mungkin sangat sulit, tapi saya yakin jika apa yang saya pilih ini baik untuk diri saya, keluarga saya, khususnya Masyarakat Luwu, maka Allah SWT akan membukakan jalan keberhasilan seluas luasnya. Oleh karena itu saya mohon doata’, saya mohon bantuanta’ semua.

Sebelumnya diberitakan, ABM enggan menjawab langsung pertanyaan wartawan saat ditanyakan kesiapannya maju pada Pilkada Luwu 2024. Menurutnya, dirinya perlu melihat survei keinginan dan kriteria pemimpin yang dibutuhkan masyarakat Luwu.

“Jika hasil survei masyarakat sudah ada, kita mengetahui kriteria pemimpin yang masyarakat butuhkan, mengetahui permasalahan apa yang harus di selesaikan ketika kita memimpin, apakah kita bisa menjadi solusi bagi permasalahan tersebut atau tidak, barulah kita menentukan sikap. Sebab, Pilkada bukan urusan pribadi, tetapi menyangkut hajat hidup ratusan ribu orang,” kata Arham.