SimpulRakyat.co.id, Manggarai – Pembina Pergerakan Mahasiswa Manggarai (PMM), Hanif Faqi menilai sikap pihak pertamina Reo saat melakukan audiens tidak etis.

Hal itu disampaikan Hanif usai aktivis PMM mendatangi kantor pertamina Reo, pada Senin (18/9/2023).

Diketahui, kunjungan aktivis PPM itu bertujuan meminta klarifikasi pihak pertamina Reo terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 55.865.10 Reo.

Dalam keterangannya pada media ini, Hanif menjelaskan, sikap Zainal Arifien selaku Fuel Terminal Manager Pertamina Reo yang mewakili Direktur Manager pertamina Reo dinilai tidak etis. Pasalnya, Zainal memangku kaki dan mengoyang-goyangkannya saat memberikan klarifikasi di hadapan aktivis PPM.

“Kami sangat sesali sikap beliau, mestinya beliau yang lebih paham etika forum. Seolah-olah kami yang datang ini bukan representasi dari masyarakat,” ungkap Hanif, Selasa (19/9) kemarin.

“Mestinya dia perlu untuk menyadari bahwa kita ini hidup di tanah Manggarai yang mana sangat menjunjung tinggi adat istiadat Manggarai,” tegas Hanif.

Baca Juga: Sambangi Pertamina Reo, Aktivis Pergerakan Mahasiswa Manggarai Pertanyakan Kelangkaan BBM

Lanjut ia katakan, saat pihaknya melakukan audiens yang dimediasi pihak Polsek Reok, turut hadir dalam kesempatan itu pelaksana harian (Plh) Kapolsek Reo Harun R Syarif, Kanit Intel Octav Activ, Kanit Reskrim Aloysius G. Jamin.

“Bahkan di situ ada Pj Kapolsek, Kanit Intel serta Kanit Reskrim pada saat proses mediasi tersebut,” tutup Hanif.