SimpulRakyat.co.id, Manggarai – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Manggarai (PMM) sambangi Pertamina Reo, pertanyakan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Senin (18/9).

Ketua umum PPM, Fajrin Abubakar mengatakan, audiens dengan pihak pertamina untuk menyampaikan keresahan masyarakat soal keluhkan kelangkaan BBM jenis pertalite pada beberapa minggu ini.

“Kedatangan kami murni ingin meneruskan aspirasi masyarakat, di mana beberapa minggu terakhir ini terjadi kelangkaan pertalite,” terang Fajrin.

Lanjut ia katakan, saat audiens dengan pihak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 55.865.10 Reo, pihak SPBU menyebut kelangkaan pertalite disebabkan pertamina lamban dalam proses pengiriman BBM.

“Kami juga sudah melakukan diskusi dengan pihak SPBU, penjelasan mereka itu karena terlambat pengiriman dari pertamina,” tegas Fajrin.

Sementara itu, Zainal Arifien, selaku fuel terminal manager pertamina Reo, menerangkan bahwa terkait dengan kelangkaan yang terjadi itu diluar dari sepengetahuan pihaknya.

“Kami di sini kalau ada permintaan dari SPBU 10 Reo kami kirim, juga tidak benar adanya jika kami telat dalam pengiriman,” terang Zainal.

“Untuk pengiriman bulan ini kami lancar mengirim. Jika ada tudingan terkendala dari pihak kami itu tidak benar adanya,” tambah Zainal.

Di tempat yang sama, Hanif Faqi selaku pembina PMM, menjelaskan bahwa fakta yang terjadi di lapangan pada pukul 9-10 pagi BBM di SPBU 10 Reo sudah habis, sehingga hal itu dikeluhkan masyarakat.

“Kalau bisa kami minta data permintaan pengiriman dari SPBU 10 Reo supaya ini menjadi bahan kajian kami untuk melakukan kalkulasi kenapa hal itu terjadi,” pinta Hanif dalam pertemuan itu.

“Kami bisa minta data pengiriman untuk dua bulan terakhir ini agar ini menjadi kajian kami di internal PPM,” tambah Hanif.

Namun, pihak Pertamina Reok enggan memberi salinan data tersebut, malah justru dibaca dan ditulis dengan alasan ini data perusahaan dan rahasia perusahaan.