SimpulRakyat.co.id, Sidrap – Bencana banjir melanda Desa Kalempang, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Minggu (09/10/2022). Banjir tersebut terjadi sekira pukul 14.00 Wita yang merupakan banjir kiriman dari bagian hulu sungai akibat curah hujan dengan intensitas yang tinggi dalam waktu cukup lama.
Kepala Desa Kalempang, Ir Suardi Rosi menjelaskan kepada media ini terkait kronologi terjadinya banjir tersebut. Dia mengungkapkan, banjir yang terjadi di wilayahnya ini merupakan banjir terparah menurut warga setempat.
“Sebagai informasi banjir di Kalempang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita dan banjir yang terjadi kali ini merupakan banjir terparah seingat warga. Banjir ini merupakan banjir kiriman dari bagian hulu sungai yang kemungkinan terjadi curah hujan dengan intensitas yang tinggi dalam waktu cukup lama karena di area wilayah Desa Kalempang hujan tidak lebat dan tidak lama,” ungkapnya.
Lanjut dijelaskan,banjir tersebut surut sekira pukul 17.30 Wita dengan kondisi sungai kembali normal. Pada kesempatan ini, Suardi mengimbau warganya untuk tetap waspada terhadap bencana banjir yang sewaktu-waktu bisa terjadi akibat cuaca Ekstrem.
“Alhamdulillah, sore tadi pukul 17.30 Wita (kemarin-red) air sudah mulai surut perlahan, dan saat ini air sungai sudah mulai normal. Kondisi cuaca yang ekstrim dan tidak menentu ini memang perlu diwaspadai banjir sewaktu-waktu bisa terjadi tanpa hujan di bagian hilir dan muara sungai,” terangnya.
Adapun dampak dari banjir tersebut, yakni sapi milik warga hanyut serta putusnya aliran listrik akibat kayu yang terbawa arus sungai mengenai tiang listrik menyebabkan kabel terputus di Dusun 3 Paraja.
“Sapi milik H Abd Rasyid, warga dusun 1 yang merumput di sawah dekat sungai 1 ekor ditemukan mati (induk) dan 2 ekor (anakan) hanyut terbawa air. Kemudian di Dusun 3 Paraja, info dari warga kabel listrik putus dan 2 tiang jatuh akibat dari kayu yang hanyut di sungai nyangkut di kabel listrik yang melintang dari Desa Tuncung, Kabupaten Enrekang ke Dusun 3 Paraja yang merupakan sumber aliran listrik di Paraja dan untuk menjaga keselamatan warga aliran listrik pada trafo diputuskan untuk sementara,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan