SimpulRakyat.co.id, Makassar – Jalur “Gaza” jalan Kandea kembali memanas, pertikaian antar kelompok tak terhindarkan terjadi di wilayah perbatasan kelurahan Barayya dan Bungaejaya kota Makassar.

Diduga pertikaian dipicu oleh ulah sekelompok pemuda yang melakukan aksi penyerangan dari arah Bunga Ejaya ke Baraya menggunakan panah busur dan batu.

Berdasarkan keterangan warga, perang terjadi pada Rabu (06/07/2022), dini hari pukul 01.50 hingga pukul 03.05 Wita, subuh.

“Perang kelompok kembali pecah di Jalur Gaza Kandea, perbatasan Bungaejayya dan Barayya, sekitar pukul 01.50 sampe jam 03.05 subuh, Yang dimulai itu sekelompok pemuda dari warga bunga ejayya.” ucap warga yang tak mau disebut identitasnya.

Sumber menuturkan awal kejadian ini ketika pengendara motor trail berwarna hijau-putih memasuki lorong 3, diikuti dengan pemuda yang mengendarai motor Fino hijau kemudian disusul dengan penyerangan dari arah Bunga Ejayya mengambil posisi pas depan POS Polisi

Hal tersebut sangat disayangkan warga lantaran perkelahian kelompok sudah sering terjadi, mirisnya lagi peristiwa itu berlangsung tepat di depan pos polisi.

“Kejadiannya persis tempat terbangunnya Pos Polisi yang katanya melakukan tugas pengamanan 1×24 jam. Percuma ada pos disana pak, karena tidak adaji fungsinya.” ungkap warga.

Warga berharap kepada pihak kepolisian agar melakukan proses hukum sebagai bentuk efek jera terhadap pelaku penyerangan.

Dari keterangan saksi, bahwa di lokasi pertikaian, jajaran Polsek Bontoala telah mengamankan pemuda yang disinyalir sebagai provokator penyerangan.

Kanitres Polsek Bontoala Iptu A Ilham dikonfirmasi oleh media ini, menjelaskan bahwa terjadi penyerangan dari sekelompok pemuda ke arah Baraya,

“Bukan Perang kelompok tapi aksi penyerangan masuk ke wilayah Bontoala, ini ulah provokator. Kejadiannya subuh tadi, hanya sekitar 5 menit kemudian diamankan oleh Aparat. Kami masih sementara selidiki.” ungkap Kanitres.

Berkaitan dengan absennya petugas di pos polisi saat peristiwa ini terjadi, kata Ilham lantaran kurangnya personil polisi di Polsek Bontoala, olehnya Dirinya akan meminta bantuan pihak lain untuk menjaga Kamtibmas di wilayah tersebut.

“Kita kekurangan personil untuk berjaga di pos itu, makanya kedepan ini kami meminta bantuan dari pihak lain untuk menjaga keamanan di sana.” ucapnya.

Kanitres Polsek Bontoala menyebut motif penyerangan, diduga dendam lama antar pemuda di wilayah itu. “Sekelompok pemuda menjadi provokator penyerangan ke wilayah Baraya.Motifnya ini diduga dendam lama antara kedua wilayah itu.” Tandasnya. (Mi*)