SimpulRakyat.co.id, Makassar – Alunan tabuhan gendang pengiring tarian ganrang bulo terdengar apik menggema di sepanjang lorong di wilayah kelurahan Karuwisi kecamatan Panakkukang kota Makassar. Hal ini menjadi salah satu sajian yang menghibur masyarakat tepat di hari Kebudayaan kota Makassar, Jumat (1/4/2022) kemarin.

Merayakan tahun ke-4 hari kebudayaan kota Makassar, Lurah Karuwisi A Besse A Baso bersama unsur kelurahan dan warga menggelar pawai keliling wilayah, dibalut warna warni baju adat diiringi tarian ganrang bulo.

Uniknya, para pengiring musik tarian khas daerah Sulsel ini diangkut mengendarai motor tiga roda yang dihias sedemikian rupa, sementara alat soundsistemnya menggunakan Becak, salah satu kendaraan klasik di kota Makassar.

“Ganrang Bulo dan Pamanca, itulah tarian tradisional yang kami sajikan pada hari kebudayaan ini. Pengiring musiknya naik motor tiga roda, sedangkan becak itu yang angkut soundnya (musiknya),” ucap Andi Besse.

Layaknya saat perayaan pesta rakyat, ekspresi bahagia masyarakat terpancar jelas, gelak tawa dan canda pun mengisi pawai adat yang melewati rute tujuh (7) Lorong wisata (Longwis) di kelurahan Karuwisi. Tujuh Longwis yang dikunjungi adalah Longwis Ampera, Makmur, Serka Munir, St. Molla, Jl Sehati, Jl Sepakat dan Jl Musyawarah.

“Jadi kita melakukan semacam pawai keliling melewati tujuh lorong wisata, di setiap lorong wisata kita singgah sejenak menyantap hidangan aneka kue tradisional sambil berfoto, kemudian melanjutkan ke longwis lainnya dan finish di posko kontainer Makassar recover,” terangnya.

Pemerintah Kelurahan Karuwisi rayakan Hari Kebudayaan Kota Makassar, Jumat (1/4/2022). (Foto: Ilho/SimpulRakyat.co.id).

Menurut mantan Sekretaris Lurah Sawerigading ini, perayaan hari kebudayaan merupakan salah satu media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal budayanya sekaligus menjadi pemersatu masyarakat khususnya meningkatkan minat dalam melestarikan adat istiadat.

“Kita tau, budaya di Sulsel khususnya Makassar sangat beragam sehingga menurut saya perayaan hari budaya ini bisa menjadi tempat berkumpul masyarakat, mempererat tali silaturahmi. Bisa juga menjadi ajang pembelajaran bagi anak anak kita mengenal budaya daerahnya sendiri.” ujarnya.

Sementara, ketua panitia Syainal S Gassing menuturkan bahwa jauh sebelum pelaksanaan kegiatan ini pihaknya telah melakukan persiapan matang dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di kelurahan Karuwisi.

“Sebelum puncak acara hari budaya, kami mengadakan rapat panitia bersama RTRW, korlap dan PKK, semua unsur yang ada di kelurahan karuwisi kami libatkan. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan semua kompak dan merasa bahagia.” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, hari kebudayaan kota Makassar digagas Wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto empat tahun silam, dengan menonjolkan keanekaragaman budaya yang ada di Sulawesi Selatan pada umumnya dan kota Makassar pada khususnya, memberikan nuansa berbeda di era digital bertabur teknologi canggih. Walaupun teknologi digital mempemudah kita terhubung dengan dunia maya (Sosial media), harapannya generasi muda tidak melupakan budayanya dan memiliki minat terhadap pelestarian budaya daerah.

Reporter: Ilho
Editor: Ahmad