SimpulRakyat.co.id, Makassar – Diketahui, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sejak Senin (6/12) kemarin. Hal ini menyebabkan Kota Makassar mengalami banjir dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 50 Cm hingga 1,5 meter.
Kondisi ini menyebabkan warga yang terdampak banjir harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Kabid Advokasi Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM), Uciha Murata mengakatan, bencana alam berupa banjir ini merupakan sebuah hal yang tidak diduga oleh pemerintah Kota Makassar.
“Makanya kemudian sangat minim kesiapan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar. Kita ketahui bersama bahwa Pemerintah Kota Makassar saat ini tak ubahnya hanya sibuk mengurusi program makassar recovery,” kata dia kepada media ini lewat keterangan tertulisnya, Rabu (8/12).
Lanjut dikatakan, masalah banjir ini mestinya sejak lama harus diwanti-wanti Pemerintah Kota Makassar, namun hal itu kurang dilakukan.
“Padahal masalah banjir ini jika kita cermati dengan baik itu disebabkan oleh drainase yang tidak berfungsi dengan maksimal, bahkan ada yang tidak berfungsi sama sekali seperti halnya di Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate. Banyak drainase yang tidak terurus, sehingga ketika curah hujan meningkat air tak bisa mengalir dengan baik sampai pada akhir meluap ke pemukiman warga,” terang dia.
Di sisi lain, kata Uciha Murata, banyak pembangun infrastruktur yang dibangun guna menangani banjir belum maksimal, di antaranya di pertigaan Perttarani Alauddin yang baru saja selesai dikerjakan.
“Itu apa yang di kemudian disampaikan pak Walikota tentang genangan air bukan banjir merupakan suatu hal yang substansial dan cenderung ngelantur serta hanya sekedar pembelaan belaka. Sebab di bawah pemerintahannya, beliau kalang kabut menghadapi banjir,” tuding Uciha Murata.
Dikatakan pula, harusnya jauh sebelumnya pihak Pemkot melakukan perbaikan dan pemeliharaan drainase.
“Maka dari itu, Wali Kota Makassar perlu serius dalam menangani banjir di Makassar, apalagi Desember ini belum menjadi puncak curah hujan di Sulawesi Selatan. Terkhusus Makassar,” pungkas dia.
Laporan: Hasbi
Editor: Sukma Paramita


Tinggalkan Balasan