SimpulRakyat.co.id, Luwu – Satuan Lalulintas yang menjadi leading sektor dalam mengatur lalu-lintas  menuai sorotan setelah kemacetan parah terjadi di jalur alternatif setelah Jembatan Miring, batas Palopo-Luwu yang merupakan jalan poros Provinisi ditutup, Senin (8/11).

Dua jalur alternatif itu yakni pengguna yang dari arah Palopo menggunakan jalur alternatif dengan rute Padang Alipan, Padang Lambe, Sumarambu, Tombang tembus Barammamase. Sedangkan yang dari arah Utara menuju Selatan menggunakan rute Rante Damai tembus mancani atau maroangin.

Sayangnya, jalur alternatif yang telah ditentukan untuk satu arah, tidak dipatuhi pengemudi karena kurangnya pengawasan. Sehingga, beberapa hari terakhir, Jalur alternatif Padang Alipan tembus Barammamase  nampak macet parah. antrian kendaraan nampak mengular.

Melihat itu terjadi, beberapa warga terlihat saling membantu mengatur lalu-lintas kendaraan serta memperbaiki jalan dengan alat seadanya, agar dapat dilalui pengendara.

Beberapa kendaraan juga terperosok, sehingga terjebak di tengah jalan, Warga pun bahu membahu mengatur lalu lintas serta memperbaiki seadanya jalan yang mengalami kerusakan agar bisa dilalui kendaraan.

“Seandainya ada penanganan yang baik dari petugas lalu lintas. Saya kira tidak akan berdampak kemacetan yang panjang dan berjam-jam seperti ini dan pastinya akan mengurangi kerusakan jalan,” kata Afdal, Seorang warga Desa Tobang.

Komentar juga datang dari pengguna Facebook dengan nama Zack “Bagaimana tidak macet, na bukan jalur 1 arah. cobalah petugas polisi dan LAJR lebih tegas, pasti gak ada namax 2jalur,” ungkapnya.

Sementara, dari pengguna sosmed Tiktok dengan nama akun Nona Anhi Voc, ikut mengeluhkan macetnya jalan melalui video 30 detiknya.

“Inilah jalan pompengan yang macet total, sudah dua hari tidak bergerak, mobil gas juga tinggal mangerreng  (diam), habis solar, habis uang jalan,” curhatnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Luwu, AKP. Muh. Ali saat dikonfirmasi meminta masyarakat dan pengguna jalan untuk bersabar.

“Perlu kesabaran para pengguna jalan dan mematuhi perintah atau himbauan petugas dilapanga,” ungkapnya, Senin, (8/11).

Ia kemudian meminta anggotanya di lapangan untuk menertibkan masyarakat yang mengacaukan jalur kendaraan yang telah ditetapkan.

“Sudah kita lakukan 1 arah dengan koordinasi (Polres) palopo walenrang dengan sistem buka tutup, .namun ada masyarakat yang biasa menunjukka jalan tikus yangg bisa tembus ke jalan alternatif. Kita usahakan ketegasan anggota untuk infokan ke masyarakat untuk tidak melakukan itu.” kuncinya.

Reporter: M Fatwa
Editor: Sukma Paramita