SimpulRakyat.co.id, Takalar – Bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampak wabah Virus Corona (Covid-19).
Berdasarkan info dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), setidaknya terdapat 949 laporan dari pelaku koperasi serta UMKM yang terkena dampak wabah Covid-19.
Krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap kelangsungan UMKM. Berbeda pada krisis moneter tahun 1998, di mana UMKM menjadi penyelamat ekonomi nasional yang pada saat itu mampu meningkat hingga 350 persen ketika banyak usaha besar yang kolaps.
Namun, saat pandemi Covid-19 saat ini, justru UMKM yang sangat terdampak. Dampak dari sulitnya berusaha mengakibatkan banyaknya tenaga kerja yang terpaksa di rumahkan.
Menyikapi hal tersebut, Komunitas Pelaku Usaha UMKM Kabupaten Takalar, Arkam Muliadi berinisiatif bertemu langsung dengan Ir H Mohammad Firdaus, MM Daeng Manye.
“Ini sebagai salah satu upaya awal dalam melakukan komunikasi kaitannya dengan kesiapan komunitas kami,” terang Arkam Muliadi.
Pertemuan itu dikemas santai tapi serius di Kafe Saung D’Luna, jalan poros Takalar, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Jumat (26/11/2021) kemarin.
Arkam dalam kesempatan itu, menjelaskan masih banyaknya kendala-kendala yang harus dibenahi dalam komunitas Pelaku Usaha Takalar.
“Di antaranya belum maksimalnya jaringan ataupun koneksi yang dibangun,” tuturnya.
Sementara itu, Mohammad Firdaus Daeng Manye saat memberikan banyak hal tentang gambaran dan saran langkah-langkah serta upaya kedepannya yang menjadi pekerjaan rumah bagi komunitas pelaku usaha Takalar.
“Langkah awal dulu adalah membenahi legalitas administrasi komunitasnya,” kata Daeng Manye.
Ditambahkan pula, bahwa sebuah komunitas itu seyogyanyalah harus memiliki power dalam menggeluti yang namanya sebagai pelaku usaha.
“Kemudian, memiliki database yang rapih serta memiliki visi dan misi yang lebih terarah dan tepat sasaran,” dia.
Lanjutnya, perlu mensetting dengan baik manajemen program kerja.
“Pelaku usaha pada kondisi saat ini harus pula peka dalam menjemput peluang yang berbasis kreatif digital hadapi basis internet 4.0,” jelasnya lagi.
Daeng Manye juga memberikan tantangan ke komunitas pelaku usaha Takalar ini dengan menantang untuk membuat pameran UMKM.
Harapan dari Ir H Mohammad Firdaus ialah UMKM Takalar bisa membaca peluang, memingkatkan daya marketing go nasional bahkan go internasional.
“Dan tentunya eksistensi dalam membangun spirit pengembangan UMKM, karena Takalar memiliki potensi besar dalam pengembangan pangsa pasar UMKM,” pungkas Mohammad Firdaus Daeng Manye. (*)
Reporter: Arwan Rewa
Editor: Sukma Paramita


Tinggalkan Balasan