SimpulRakyat.co.id, Makassar – Prihal kasus dugaan pengrusakan mobil warga oleh rombongan pengantar jenazah di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, kini ditangani polisi.

Hal itu disampaikan Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Kota Tamalanrea, Iptu Nurtjahyana kepada awak media di Makassar, Kamis (2/9) kemarin.

“Kasus pengrusakan mobil warga yang dilakukan rombongan pengantar jenazah sedang diselidiki,” kata Iptu Nurtjahyana.

Nurtjahyana menjelaskan, rombongan pengantar jenazah merusak mobil milik Arnis Taufiq saat melintas di Jl Perintis Kemerdekaan Kota Makassar hendak ke Kabupaten Maros.

“Saat di lampu merah BTP Makassar, melintas rombongan pengantar jenazah dari arah belakang. Rombongan langsung memukul mobil korban, padahal sudah hendak menepi,” tambah dia.

Lanjut ia menerangkan, meski sudah berusaha meminggirkan kendaraannya, tetapi sejumlah orang dalam rombongan tersebut mengadang mobilnya.

“Mereka memukul mobil korban pakai kayu dan bambu. Tak hanya itu, bahkan beberapa orang menendang kap mobilnya sehingga membuatnya ketakutan,” tuturnya.

Sementara itu, Arnis Taufik kepada awak media mengatakan, saat dirinya berhenti di lampu merah depan gerbang Bumi Tamalanrea Indah (BTP), Makassar, tiba-tiba ada rombongan pengantar jenazah berjumlah ratusan orang datang dari arah belakang.

“Di lampu merah BTP, lewatlah rombongan pengantar jenazah dari belakangku. Yang membawa bendera putih itu dia langsung pukul mobilku,” ungkap Arnis.

Menurut Arnis, dia tak mengetahui mengapa mobilnya menjadi sasaran perusakan. Tapi dia menyebut pelaku perusakan memukul dengan menggunakan kayu dan bambu.

Akibatnya, mobil milik Arnis itu mengalami kerusakan, di antaranya kaca depan dan spion pecah.

Diketahui, rombongan pengantar jenazah yang merusak kendaraan warga itu hendak ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Sudiang pada, Rabu (1/9) lalu.

Reporter: Abd Gaffar
Editor: Sukma Paramita