SimpulRakyat.co.id, Makassar – Isolasi apung terpadu yang memanfaatkan Kapal KM Umsini yang menampung sekitar 900 tempat tidur pasien Covid-19 di Kota Makassar, rencananya dihentikan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Hal itu disampaikan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto kepada wartawan di Jalan Amirullah Makassar, Jumat (10/9).
Menurut Danny Pomanto jumlah warga yang menjalani program isolasi apung di KM Umsini sangat sedikit, lantaran menurunya kasus aktif Covid-19 di Kota Makassar
“Laporan saya terima, saat ini ada 50 pasien yang dirawat,” kata Danny.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tercatat 7 sampai 12 pasien setiap hari selesai menjalani isolasi apung di kapal tersebut, sehingga Pemkot Makassar berencana berkolaborasi dengan Pemprov Sulsel dalam penanganan pasien Covid-19.
“Kita coba cari lain atau diarahkan ke tempat isolasi yang sudah disiapkan Pemprov. Ini kan bisa kolaborasi kota dan provinsi,” tuturnya.
Kendati demikian, Danny Pomanto mengakui, program isolasi apung ini cukup berhasil menurunkan angka kasus Covid-19.
“Alhamdulillah, kita bersyukur bahwa isolasi apung bisa menurunkan penyebaran Covid-19,” pungkas dia.
Sekadar diketahui, sebelumnya Danny Pomanto telah menandatangani perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Perhubungan RI dengan Pemerintah Kota Makassar dan PT Pelni Persero tentang penyelenggaraan tempat isolasi apung terpadu di KM Umsini pada Agustus lalu.
Isolasi apung terpadu di KM Umsini ini terdapat sejumlah fasilitas yang menyenangkan untuk warga yang menjalani perawatan Covid-19, di antaranya fasilitas kesehatan, motivator hingga alat pancing bagi para pasien Covid-19 yang menjalani isolasi apung tersebut.
Reporter: Ilham
Editor: Sukma Paramita


Tinggalkan Balasan