SimpulRakyat.co.id, Luwu – Berkumpul yang saat ini dikenal dengan istilah komunitas, menjadi wadah suatu kelompok untuk menyalurkan minat dan bakatnya.
Di kalangan pejabat sendiri komunitas yang dimilikinya kerap digunakan untuk menghilangkan penat, seperti melakukan ofroad di akhir pekan.
Bagi kalangan muda, sering pula ikut dalam komunitas untuk sekadar menghabiskan waktu. Bermain skateboard, game online, vape, atau balapan yang minim dampak positif untuk orang banyak.

Berbeda dengan komunitas kalangan muda tersebut, Ismail Ishak, seorang Pendamping Kehutanan Local Camphion (LC), lebih memilih memanfaatkan perkumpulannya sehingga dapat berkontribusi pada orang banyak. Menjaga dan melestarikan hutan adalah dorongan yang memenuhi fikirannya tiap akhir pekan.
Hutan dianggapnya sebagai sumber oksigen terbesar di bumi, apabila hutan sudah habis, maka yang akan terjadi adalah perubahan iklim akibat pemanasan global, bencana alam, kekeringan dan hilangnya sumber oksigen yang akan menjadi masalah bagi kehidupan manusia.
Dihimpun dari berbagai sumber, kerusakan hutan di Indonesia mencapai 1.600.000 – 2.000.000 ha per tahun dan lebih tinggi lagi data yang diungkapkan oleh Greenpeace, bahwa kerusakan hutan di Indonesia mencapai 3.800.000 ha per tahun yang sebagian besar adalah penebangan liar atau illegal logging.
Jika hutan rusak, sumber penghasilan petani pun juga akan menghilang. Kerusakan hutan bisa menyebabkan tanah menjadi tandus, sehingga akan sulit dipergunakan untuk bercocok tanam.
Banyak orang yang kehilangan lahan, tempat tinggal, maupun anggota keluarga akibat bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Untuk itu, Ismail sapaan akrabnya bersama komunitas mahasiswa pencinta alam (Mapala) Universitas Muhammadiyah Kota Palopo menanam pohon di Desa Rante Allang, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, dengan tema “Restorasi Ekosistem,” ia berharap dapat menghijaukan kembali lahan yang terbuka.
Menjadi pecinta alam dan melakukan penghijaun bukanlah, hobi yang mahal, Dalam kegiatan menanam pohon kali ini justru didanai PT Vale dengan anggaran CSR-nya.
Semilir angin menggoyangkan dedaunan dari Pohon durian, pala, kemiri, jengkol dan pete yang berhasil ditanam hari itu. Bersama rekannya ketua Mapala Universitas Muhammadiyah Palopo, Jabbar Syam dan pecinta alam Tana Papua, Muh Bilal, berharap pohon yang mereka tanam dapat bermanfaat bagi seribu generasi masa depan.
Reporter: M Fatwa
Editor: Sukma Paramita


Tinggalkan Balasan