SimpulRakyat.co.id, Luwu – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dengan tugas utamanya mengibarkan dan menurunkan Bendera Pusaka dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Luwu hari ini nampak terlihat berbeda.
Karena alasan pandemi, pengibaran bendera pada peringatan momentum bersejarah bangsa Indonesia yang digelar di halaman rumah jabatan Bupati Luwu, hanya dilakukan pasukan formasi ‘8’. Pasukan pada formasi 71 hanya ikut sebagai peserta upacara. Upacara pun digelar terbatas, hanya dihadiri unsur Forkopimda.
Nandita, siswi kelas XII SMAN 4 Luwu, kelahiran Padang Sappa, 27 Juli 2004, terlihat bertugas sebagai pembawa baki Sang Saka Merah Putih diterima langsung dari tangan Bupati Luwu Basmin Mattayang, selaku inspektur upacara (Irup) peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI.
Nandita merupakan anak ke-2 dari 4 bersaudara pasangan Johan dan Mihra. Nandita didampingi 3 orang siswa yang bertugas melaksanakan pengibaran bendera. Mereka adalah Baso Tigor Hamonangan Pasaribu (SMAN 3 Luwu Larompong), Muhammad Fadli Bachtiar (SMAN 5 Luwu Bajo) dan Ahmad Riyal Hasruddin (SMAN 5 Luwu Bajo).
Ditemui selepas upacara, Nandita berharap pandemi segera berlalu, sehingga indonesia bisa kembali pulih. Ia juga berharap, kepada teman sebayanya untuk tetap bersabar menghadapi kondisi pandemi di negeri ini.
“Harapannya, semoga pandemi ini segera berlalu, teman-teman kedepannya, tetap semangat di masa pandemi ini,” ungkapnya kepada wartawan SimpulRakyat.co.id.
Terpisah, Ketau MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu, Ahkam Basmin turut menyampaikan harapannya untuk Indonesia. Ia berharap pada momentum HUT RI ke-76 ini, Indonesia bisa bangkit, lebih tangguh dan tumbuh.
“Merayakan Kemerdekaan kali ini tentunya kita semua ingin menyemarakkan, apa boleh buat pandemi membatasi. Insyaallah Indonesia bisa bangkit, Indonesia tangguh dan Indonesia akan tumbuh,” kunci Ahkam.
Reporter: M Fatwa
Editor: Sukma Paramita


Tinggalkan Balasan