SimpulRakyat.co.id, Makassar – Gerakan Revolusi Demokrasi (GRD) gelar pelantikan Badan Pengurus Komite Pusat, Kota, Kabupaten dan Sektor Kampus periode 2021-2022, kegiatan ini berlangsung di sekretariat Komite Pusat (KP-GRD), jalan Minasa Upa, Blok M, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Jumat (27/8).
Dalam kegiatan tersebut, semua kader aktif dari pengurus komite pusat, Kota atau Kabupaten, serta dari sektor kampus hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) Edy Dolla dirinya menjelaskan bahwa bangsa Indonesia yang beum bisa melahirkan solusi untuk kesejahtraan rakyatnya.
“Agenda pelantikan yang merupakan rangkaian dari kegiatan kongres ke-III Gerakan Revolusi Demokrasi bukanlah sebuah agenda yang sifatnya seremonial atau euforia, dimana yang menjadi substansi dari agenda ini merupakan bagaimana merancang strategi, taktik perjuangan yang sifatnya substantif yaitu melawan suatu sistem tatanan negara yang cenderung menghegemoni, masyarakat secara humanis ala kapitalisme, seperti yang tertuang dalam manivesto Gerakan Revolusi Demokratik bahwa ‘saat ini kita hidup sebagai masyarakat kapitalis, mendapatkan demokrasi yang terpotong, miskin dan palsu, di bawa sistem kapitalisme ini perlahan-lahan kemerdekaan kita akan terenggut olehnya, maka dari itu saya mengajak seluruh kamerad (teman seperjuangan) yang tergabung dalam organisasi Gerakan Revolusi Demokrasi untuk terus melakukan pencangkokan kesadaran terhadap klas masa yang tertindas yaitu klas ploretariat (kelas rendah),” paparnya.
Ketua Komite Kota Makassar Gerakan Revolusi Demokratik (KK-GRD) Ancik Yunarto mengatakan, Pelantikan merupakan agenda tetap di setiap akhir kepengurusan dalam sebuah organisasi, ia juga menyampaikan jangan pernah melupakan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Bangsa kita adalah bangsa yang berdiri tidak segampang yang kita bayangkan, sejarah telah mencatat semua yang terjadi, mulai dari gerakan perlawanan dalam melawan negara neo kolonialisme, melawan pemerintahan otoriter pra reformasi, hingga pada tatanan demokrasi liberal yang ada hari ini, tentu ini perjuangan bangsa yang tidak boleh kita lupakan, sebab bergerak tanpa melupakan sejarah adalah sebuah langkah yang tepat dalam mengusung taktis perjuangan kedepannya,” jelasnya.
“Sebagai organisasi yang bergerak dan memperjuangkan elemen rakyat tertindas, kita harus paham akan sejarah perlawanan bangsa kita. Sebab dalam sejarah pernah mencatat dari gerakan pemuda, gerakan tani, gerakan buruh, serta rakyat miskin kota, sangat memicu perubahan dan dapat merubah wajah demokrasi bangsa kita,” tambahnya.
“Maka dari itu pesan saya sebagai ketua terpilih, bahwa tugas ideologis kita adalah bagaimana bisa memupuk kesadaran berlawan massa rakyat yang tertindas, bagaimana bisa merubah wajah demokrasi liberal menjadi demokrasi yang sesungguhnya, bagaimana bisa menjadikan negara yang tertinggal menjadi negara yang maju,” tegas Ancik Yunarto.
Tuturnya dihadapan para peserta pelantikan. Tidak hanya itu, Ancik juga menyampaikan bahwa Pelantikan bukan sebuah agenda eforia, melainkan amanah sekaligus tantangan guna menyikapi kebijakan rezim yang kian membias, sebab akhir-akhir ini kemunduran demokrasi sangat kita rasakan.
“Banyak aturan liberal yang menyengsarakan rakyat miskin kota. Tentu ini menjadi tantangan bagi pengurus baru untuk bisa menjadi garda terdepan dalam membangkitkan eskalasi gerakan yang dimulai dari Kota Makassar,” pungkasnya.
Reporter: Faried
Editor: Agus


Tinggalkan Balasan