SimpulRakyat.co.id, Luwu – Banjir berangsur reda, setelah hampir 6 jam memutus jalan poros Trans Sulawesi di Desa Dadeko, Kecamatan Larompong Selatan (Larsel), Kabupaten Luwu, Sabtu (28/8/2021).

Air yang menutup jalan membuat kendaraan terpaksa harus bersabar menunggu air surut agar bisa melintas, antriannya mencapai 15 km. Sejumlah pengendara dan penumpang mulai kelaparan setelah tertahan berjam-jam lamanya.

Begitu pula dengan warga sekitar yang terjebak di rumah masing-masing dikarenakan luapan air yang menggenang setinggi pinggang orang dewasa membuatnya terisolasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Reporter SimpulRakyat.co.id, sekitar 200 rumah tergenang akibat luapan sungai Temboe.

DMI Luwu bersama relawan membagikan nasi kotak kepada warga yang terdampak banjir di Desa Dadeko, Kecamatan Larompong Selatan, Sabtu (28/8/2021). (Foto: Fatwa/SimpulRakyat.co.id).

Untungnya, DMI Luwu bersama relawan bergerak cepat melakukan bhakti sosial (Bhaksos), memenuhi harapan warga dengan membagikan nasi kotak.

Wakil Ketua DMI Kabupaten Luwu, Andi Arham Basmin mengungkapkan, jika bentuk kepedulian DMI kepada masyarakat dengan berbagi nasi kotak, hal tersebut pula sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Bantuan nasi kotak ini merupakan bentuk kepedulian DMI Kabupaten Luwu, kepada warga Larompong Selatan yang saat ini tengah mendapat musibah banjir. Semoga bantuan ini bermanfaat dan sedikit membantu meringankan beban mereka,” ucap Arham Basmin seperti yang diterima reporter SimpulRakyat.co.id, Sabtu (28/8/2021).

Menurut Arham Basmin yang juga menjabat Ketua KNPI Sulsel ini, bantuan makanan jadi (nasi kotak,red) dari DMI Luwu adalah bentuk perhatian dan kepedulian DMI kepada warga terdampak banjir. Semoga banjir segera surut, warga terdampak diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran.

“Mari sinergi bergerak bersama peduli umat meringankan beban warga terdampak banjir,” kuncinya.

Reporter: M Fatwa
Editor: Sukma Paramita