SimpulRakyat.co.id, Makassar – Bulan Ramadan merupakan bulan Mulia dan bulan Qur’an karena dalam bulan Ramadhan kita berlomba-lomba memperbanyak ibadah salah satunya dengan dengan memperbanyak membaca Alquran.

Selain itu, bulan Ramadan juga bulan diturunkannya Alquran yang sebagian ulama mengatakan pada hari ke-17 Ramadan.

Dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadhan sebagai bulan Qur’an dan dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, SDIT Ma’arif Makassar mengadakan Sima’an Hafalan al-Qur’an Santri SDIT Ma’arif Makassar sebulan penuh selama bulan suci Ramadan, dan bahkan kegiatan tersebut sudah diadakan satu pekan sebelum masuknya Ramadan.

Direktur SIT Ma’arif Makassar, Dr KH Muammar Bakry Lc MA, Sabtu (1/5/2021), sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan SDIT Ma’arif ini karena melalui kegiatan ini anak-anak diajak untuk belajar berbakti kepada orangtua.

“Anak-anak membaca Alquran akan menjadi pahala dan amal jariah bagi orangtua,” katanya.

Sementara itu, Ibu Hj Radhia Sa’ad Bendahara SIT Ma’arif Makassar, yang merupakan inisiator dari kegiatan Simaan Alquran ini mengatakan, bahwa ada tiga tujuan utama dari kegiatan ini yaitu untuk membumikan Alquran, agar Alquran menjadi sahabat sejati para santri, serta hari-hari santri selama bulan Ramadan terisi dengan bacaan Alquran.

Salah satu orangtua santri dari Ananda Althaf, Santri kelas 6 l, yang dimintai pendapatnya tentang kegiatan tersebut mengatakan, apa yang dirasakan sebagai orangtua santri dengan adanya Simaan seperti ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mendapatkan kesempatan bisa mengecek kembali secara keseluruhan hapalan Quran mereka.

“Dengan adanya kegiatan simaan ini waktu Ananda lebih terisi dengan mengaji, karena terus terang terkadang Ananda di rumah lebih disiplin dan giat murojaah ketika ada tugas dari sekolah,” ujar dia.

Diketahui, Kegiatan Sima’an Hafalan Alquran ini diadakan melalui aplikasi Zoom dan disiarkan secara Live Streaming melalui channel Youtube dan akun Facebook SDIT Ma’arif Makassar. Dalam sehari ada dua atau lebih santri dari kelas yang berbeda yang mendapatkan tugas memimpin Sima’an tersebut.

Santri yang memimpin Sima’an menghadapkan hafalannya sebanyak 1 juz sekaligus dari surah An-Naba sampai surah An-Nas.

Bahkan dalam kegiatan tersebut terlihat santri kelas 1 sudah berani menghadapkan hafalan Qur’an dengan baik, padahal mereka sama sekali belum pernah bertatap langsung dengan guru mereka disebabkan pembatasan sosial Covid-19. (**)