Jual Sabu di Gowa, Bandar dan Pengedar Asal Parepare Diringkus Polisi

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Gowa – Satuan narkoba Polres Gowa kembali mengamankan tiga terduga pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah kabupaten Gowa.

Kronologis penangkapan dari ke Tiga pelaku berawal dari informasi masyarakat bahwa di jalan Tun Abdul Razak dijadikan tempat transaksi penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga

Atas informasi tersebut personil melakukan penyelidikan kemudian berhasil menangkap HN (27) yang saat itu sementara menunggu konsumen.

Dalam penangkapan berhasil diamankan barang bukti berupa 1 sachet shabu dalam sepatu yang digunakan. Dari hasil interogasi diketahui bahwa Shabu berasal dari kota Parepare.

Polisi selanjutnya melakukan pengembangan dan berangkat ke Parepare pada jumat (05/03/2021) pukul 05.27 WITA lalu mendatangi rumah milik ND (39) di Bukit Lembah Harapan, Desa Lemba, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP M Tambunan didampingi kasat narkoba AKP Maulud dalam jumpa pers menerangkan, saat di TKP berhasil diamankan MR (36) beserta barang bukti berupa satu buah kotak rokok warna merah yang berisikan 1 buah sendok pipet dan 11 sachet Shabu yang disimpan dibawah kolong rumah di atas kandang ayam namun satu pelaku yang merupakan bandar berhasil melarikan diri berinisial ND.

“Aggota terus melakukan pemantauan terhadap rumah tersebut lalu pada Sabtu (06/03/2021) sekitar pukul 10.27 WITA lelaki ND kembali ke rumah kemudian berhasil diamankan. Dari hasil penggeledahan pada badan ditemukan 3 sachet shabu di saku celana depan,” jelas AKP M Tambunan di kantor Polres Gowa, Senin (8/3).

Lanjut dijelaskan, dari hasil interogasi dan keterangan dari ketiga tersangka diketahui bahwa para pengedar ini mengambil Shabu pada Bandar di Parepare, lalu dijual di Kabupaten Gowa dengan modus bertemu dengan konsumen di pinggir jalan yang didahului dengan pemesanan Shabu via telpon.

Kasubag humas dalam konferensi pers ini menjelaskan bahwa Shabu tersebut dibeli dari bandar kemudian dititipkan kepada dua pengedar lalu diperjualbelikan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga terduga pelaku dijerat dengan persangkaan Pasal 114 (2) Subsider Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 (1) UU Narkotika No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun, seumur dan hukuman mati. (*)

Berita Menarik Lainnya