Ketua DPD KGS LAI Sulsel Menilai Pemkab Gowa Butuh “Program Nyata”

  • Whatsapp
Ketua DPD Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia Sulsel, Muhammad Bahar Razak (Kanan) bersama Ketua Umum Aliansi Indonesia, H Djoni Lubis. (Foto: Istimewa)

SimpulRakyat.co.id, Gowa – Penerangan jalan umum (PJU) merupakan salah satu pelayanan pemerintah daerah yang digunakan untuk kepentingan umum. Pelayanan merupakan tugas utama yang hakiki dari sosok aparatur sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Hal itu dikatakan Ketua DPD KGS LAI Sulsel, Muhammmad Bahar Razak melalui rilis tertulisnya ke Kantor Berita Simpul Rakyat di Kabupaten Pangkep, Jumat (22/1).

Baca Juga

Bahar menekankan, tugas ini telah jelas digariskan dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke empat, yang meliputi empat aspek pelayanan pokok aparatur terhadap masyarakat, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Beberapa hari yang lalu, saya sempat melewati jalan Poros Macanda, Kabupaten Gowa, entah karena memang mati lampu atau memang tanpa lampu penerangan jalan? yang faktanya sepanjang jalan poros Macanda, begitu gelap dan terkesan angker,” kata Bahar.

Padahal, kata Bahar, jalur poros Macanda tersebut adalah salah satu jalan pintas atau tembusan dari kota Makassar menuju poros Malino yang mengarah ke tempat berbagai wisata alam, seperti air terjun, kuliner, waterboom dan lain-lain.

“Apalagi pada wilayah tersebut, masyarakat Kota Makassar lebih banyak memilih jalur poros Macanda yang melewati pekuburan Covid-19 yang sejogyanya jangan sampai memberi kesan angker dan menakutkan,” tambah Bahar.

Ketua DPD KGS LAI Sulsel ini melanjutkan, pemerintah Kabupaten Gowa sebaiknya segera turun melihat langsung atas jumlah arus kendaraan yang melewati jalur tersebut, utamanya pada malam hari.

“Sebab, pada suatu titik jalan poros tersebut terdapat bak sampah yang kadang keluar dan menapak ke badan jalan yang sangat rawan bagi pengendara ketika saat hujan lebat dan tanpa penerangan jalan,” ujarnya kesal.

Bahar mengungkapkan pula, semua menyadari bahwa prinsip keadilan yang menjadi slogan utama Kabupaten Gowa, yaitu “Ewako”, harus benar-benar dapat terwujud melalui program nyata untuk memberikan keselamatan jiwa dan raga masyarakat Gowa itu sendiri.

“Kemudian Pemkab Gowa ada baiknya membuat terobosan pembangunan baru dibanding memperbaharui yang sudah ada, disamping itu saya kira Pajak Penerangan Jalan (PPJ) pada setiap rekening listrik nyata-nyata sudah menjadi kewajiban pelanggan PLN, dimana sejogyanya pula dapat menikmati penerangan jalan yang cukup sesuai yang mereka bayarkan,” tutupnya. (AAN)

Berita Menarik Lainnya