Banjir Bandang Gulung Perkampungan di Luwu, Begini Kronologinya

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Luwu – Pasca diguyur hujan lebat selama 5 jam, Bencana Banjir Bandang terjadi di kabupaten Luwu, pada Minggu, (15/11/2020) dinihari.

Banjir Bandang terjadi akibat material longsor di hulu sungai Bajo, pegunungan Latimojong menimbun aliran sungai sehingga luapan air sungai melimpah ke rumah penduduk.

Kepanikan warga tidak terhindarkan, suara riuh kentongan terdengar dipenjuru desa, Kepala Desa kemudian mengimbau warga agar segera keluar rumah dan menuju ke tempat aman.

Atas kejadian tersebut, Listrik PLN dan jaringan seluler tidak dapat diakses sehingga menyulitkan koordinasi dan evakuasi oleh pihak terkait.

Dengan alat seadanya, sejumlah relawan dari BNPB, TNI, dan Polri berusaha melakukan evakuasi dan mendata korban akibat banjir bandang ini.

Sebanyak 3 orang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian, sebagian diantaranya mengalami luka ringan, berat, bahkan ada yang meninggal dunia.

Kapolres Luwu, ABPK Fajar Dani Susanto, selaku tim peninjau sigap hadir di lokasi bencana. Bersama pimpinan tim relawan lainnya, Fajar memantau posko pengungsian untuk memastikan pelayanan terbaik bagi para pengungsi.

Skenario tersebut, merupakan bentuk rangkaian kegiatan Apel Bersama, Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam di Luwu. Kegiat digelar di Lapangan Apel Pemda Luwu, Minggu (15/11/20).

Apel tersebut diikuti TNI, Polri, dinas kesehatan, pemadam kebakaran (Damkar), PMI Luwu, BPBD Luwu, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan juga perlindungan masyarakat (Linmas).

Kapolres Luwu, AKBP Fajar Dani Susanto, mengatakan kegiatan pagi ini adalah bentuk kolaborasi dengan semua sumber daya yang ada.

“Kami berkolaborasi dengan Pemda Luwu, Kodim 1403 Sawerigading Plp, Relawan, dan seluruh potensi masyarakat yang ada untuk bersama mengatasi potensi bencana yang akan ada di Kabupaten Luwu,” ujarnya.

Disarankan Untuk Anda :