Pentingnya Bermitra dengan Perguruan Tinggi

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, OPINI – Wakil Dekan Bidang Akademik, Reset dan Inovasi Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dr Laode Asrul, memiliki strategi khusus terkait pengembangan Universitas Hasanuddin sebagai sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia Timur bahkan memiliki reputasi yang tidak kalah saing dengan universitas di Indonesia bagian barat.

Mengawali dialog kami di ruang kerjanya, Prof Laode (sapaan akrab) mengutip konsep idealisme Immanuel Kant (1724-1804) terkait ilmu pengetahuan, “In the transcendental aesthetic we proved, that everything intuited in space and time all objects of a possible experience, are nothing but phenomena that is more representations and that these as presented to us as extended bodies or as series of changes have no self-subsistent extence apart from human thought.”

Baca Juga

Dengan berpijak pada pemikiran Immanuel Kant, Prof Laode menekankan aspek transendensi manusia bukan dikenakan pada konsep objek tertentu, melainkan pada actus pengenalan dari kesadaran.

Atau dengan kata lain, subjek yang berpikir bercorak transendental karena isi pengenalan ditentukan oleh objek ekstramental karena isi pengenalan ditentukan oleh kondisi-kondisi apriori yang ada di dalam intelek.

Artinya yang bercorak ekstramental adalah subjek yang berpikir secara ilmiah yaitu mereka yang digembleng pada lembaga pendidikan tinggi, salah satunya adalah Universitas Hasanuddin Makassar.

Implemetasi Konsep Kant pada Tatataran Kultur Dunia Kampus

“Keunggulan sebuah perguruan tinggi tidak terletak pada menelorkan kelulusan terbanyak atau mewisuda lulusan terbanyak setiap tahunnya,” tegas Prof Laode.

Pengenalan dunia ekstramental dalam dunia pergruran tinggi dipahamai sejauh perguruan tinggi mampu merumuskan fenomena objektif pada tataran rumusa-rumusan ilmiah yang bermanfaat bagi kepentingan banyak orang.

Mengutip laporan akhir tahun 2019, pencapaian Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar yang dirilis Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah, Ph. D, pada 3 Januari 2020, Prof Laode menjelaskan, pada 2019 Unhas menghasilkan 754 penelitian dan pengabdian masyarakat termasuk di dalamnya 103 penelitian kerja sama dengan berbagai mitra.

Berbagai inovasi reset yang dilakukan para dosen, mengantar Unhas berada pada Klaster Mandiri Terbaik Peringkat 8 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia sementara kinerja pada pengabdian masyarakat Unhas berada pada Klaster Unggul Terbaik peringkat 12 sedangkan pada tingkat manajemen inovasi, Unhas meraih tingkat pertama dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Budaya publikasi hasil reset selalu ditekankan Unhas di bawah pimpinan rektor Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu.

Publikasi merupakan indikator sebuah perguruan tinggi mempertahankan reputasi ilmiahnya. Salah satunya jika artikel para peneliti baik dosen maupun mahasiswa dimuat pada jurnal dan prosiding yang terindeks pada database seperti Scopus yang diakui memiliki kendali mutu terbaik dan sangat ketat penyeleksiannya.

Target publikasi ilmiah bereputasi Scopus pada tahun 2019 sebanyak 1.250 karya ilmiah, malah Unhas mencapai prestasi 1.425 jurnal atau naik 114 % melampaui target.

Dari jumlah ini, Unhas mendapat predikat 5 setelah UI, ITB, UGM dan Unair dan salah satu Prof yang tercatat sebagai peneliti terbaik berdasarkan Science and Techlogy Index 2020 adalah Prof Dr Jamaluddin Jompa, Dekan Pascasarjana Unhas yang diumumkan Badan Riset Nasional kwartal pertama 2020.

Blok Masela dan Berbagai Persoalan Krusial

Dunia kampus bagi Prof Laode, merupakan idealisme epistemologis, di mana alam dan dunia ektramental dikenal atau diketahui oleh kesadaran. Manusia sebagai subjek menangkap objek melalui ide-ide representative. Itu sebabnya dunia di luar dirinya tidak lain dari pada representasi kesadaran yang harus dirumuskan secara rasional ilmiah.

Persoalan-persoalan manusia dan alam, harus diteliti melalui metodologi ilmiah, dirumuskan dan diaplikasikan demi kepentingan manusia penghuni planet bumi.

Persoalan ekplorasi dan ekploitasi sumber daya alam, kriminal, hukum dan berbagai penyakit sosial masyarakat dapat dicarikan solusinya jika ada rujukan ilmiah yang dirumuskan indicator-indikator solutif atas persoalan-persoalan dimaksud.

Ekploitasi sumber daya alam Blok Masela di Provinsi Maluku dengan homebase Kabupaten Kepulauan Tanimbar tidak sedikit berpotensi menimbulkan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah baik kabupaten, provinsi maupun negara secara keseluruhan, demikian Prof Laode mengingatkan. Konflik-konflik verstikan-horisontal selalu saja menyertai hadirnya perusahaan.

Konflik tanah, konflik tenaga kerja, konflik-konlik lain yang sengaja atau tidak sengaja dapat terjadi di tengah-tengah gencarnya pemerintah berupaya menyejahterakan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Maluku.

Di sinilah fungsi kehadiran perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah yang mampu merumuskan persoalan-persoalan krusial, mencari solusi melalui strategi-strategi terukur mengatasi persoalan-persoalan dimaksud.

Tidak jarang pemerintah dan masyarakat melihat kehadiran perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak seorang sarjana, tanpa melihat lebih jauh manfaat inheren pada gelar akademik yang disandangnya.

Kesarjanaan seseorang harus mampu merumuskan berbagai persoalan masyarakat untuk mendapatkan solusinya.

Pentingnya Bermitra dengan Perguruan Tinggi

Berbagai persoalan seperti dirumuskan di atas, menurut Prof Laode, kemitraan baik pemerintah pusat, daerah dan semua stake holders harus bermitra dalam rangka menciptakana keamanan dan kenyamanan bagi kehadiran INPEX MASELA Provinsi Maluku.

Semua perguruan tinggi di Maluku memiliki tanggungjawab moril dalam rangka merumuskan berbagai persoalan krusial dimaksud melalui penelitian-penelitian di lapangan.

Universitas Hasanuddin Makassar adalah perguruan tinggi terkemuka di wilayah Indonesia Timur, memiliki peneliti bergelar “Doktor” sebanyak 1.030 dosen dan 293 orang bergelar “Profesor” yang siap sedia membantu perguruan tinggi di Maluku dalam rangka pengabdian masyarakat melalui riset-riset sesuai permintaan INPEX MASELA.

Inilah fungsi kemitraan dunia pendidikan tinggi dan dunia usaha tanpa mengesampingkan semua komponen stakeholders yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari keberadaan Blok Masela di Maluku terlebih Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Universitas Hasanuddin Makassar telah banyak berkontribusi terkait riset-riset untuk memahami berbagai isu dan menawarkan berbagai alternatif solusi terhadap tantangan ‘kendala’ sosial masyarakat, dunia usaha seperti Pupuk Kaltim, Tambang Batu Bara di Kalimantan, PT. Semen Bosowa, PT Semen Tonasa, Freeport, LNG Bintuni, pengusaha kecil dan menengah di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua dan Papua Barat.

Kemitraan bagi Prof Laode, merupakan sebuah kekuatan besar dalam mana goals yang dikehendaki dapat diwujudkan.

Di banyak negara maju, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia, sejarah menunjukkan bahwa keberadaan dan kemitraan dengan Perguruan Tinggi menjadi salah satu penentu percepatan perkembangan pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan daya saing bangsa tersebut.

Penutup

Non Scholae Sed Vitae Discimus, sebuah kalimat bijak para pemikir yang diucapkan Prof Laode. Manfaat sekolah adalah untuk sebuah kehidupan yang lebih baik.

Demi hidup itulah pentingnya manusia kuliah di perguruan tinggi. Bahwa dalam menggapai goals, kehadiran perguruan tinggi membutuhkan berbagai entitas sebagai wujud kemitraan bermutualisma melalui penguasaan sains dan teknologi bagi sebesar-besarnya kesejahteraan banyak orang.

Penulis: Paulus Laratmase (Direktur Eksekutif LSM Santa Lusia)

SimpulRakyat.co.id adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Disarankan Untuk Anda :