Unjuk Rasa di Makassar, GAM Kecam Tindakan Represif Oknum Aparat di Wakatobi

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Menuntut proses hukum terhadap oknum aparat di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), melakukan aksi unjuk rasa di Pertigaan Jalan Hartasning Pettarani (PHP), Kota Makassar, Sulsel, Senin (13/7/2020).

Aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai aksi solidaritas terkait dengan adanya dugaan tindakan represif terhadap salah satu mahasiswa, Emen Lahuda yang juga merupakan kader GAM.  Emen Lahuda diketahui mengalami luka robek pada bagian muka sebelah kiri yang diduga dilakukan oleh oknum aparat keamanan Kabupaten Wakatobi.

Baca Juga

Hal itu terjadi saat puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Barisan Masyarakat Kepton melakukan aksi unjuk rasa menuntut transparansi penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap satu dan dua beberapa hari yang lalu di depan Kantor Dinas Sosial Wakatobi.

Pada aksi demonstrasi kali ini, Jendral Lapangan GAM, Zulkifli menyampaikan dalam orasinya, tindakan oknum tersebut sangat mencedarai asas demokrasi.

“Perbuatan ini tentu melanggar pasal. 351, 170 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) dan juga peraturan pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja. Ini harus di proses hukum sesuai peradilan umum dan pelanggaran kode etik,” ucap Kifli.

Ia juga mendesak Kapolri Idham Azis selaku pucuk pimpinan Polisi Republik Indonesia agar segera melakukan reformasi birokrasi ditubuh Polda Sulawesi Tenggara.

“Mengevaluasi kinerja jajarannya pada saat melakukan pengawalan aksi unjuk rasa, terkhusus di tubuh Polres Wakatobi pada saat melakukan pengawalan aksi di depan Kantor Dinas Sosial Wakatobi, yang mengakibatkan salah satu massa aksi mengalami luka sobek di bagian pipi sebelah kiri (hasil visum),” terang Kifli.

Sementara itu, Nurul Imam Rahman selaku koordinator mimbar (Kormim) juga menyampaikan dalam orasinya bahwa dugaan tindakan represif bertentangan dengan kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

“Tindakan represif yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian dan Satpol PP Wakatobi Sulawesi Tenggara itu sangat mencedarai nilai-nilai demokrasi di bangsa ini, juga UUD 1945 Pasal 28 E dan UUD Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum,” tegas Imam dalam orasinya.

Aksi unjuk rasa Gerakan Aktivis Mahasiwa (GAM) dengan membawa beberapa tuntutan, di antaranya mendesak Kapolri segera melakukan reformasi birokrasi di tubuh Polda Sulawesi Tenggara, Copot Kapolres Wakatobi, Copot Kasatpol PP Wakatobi, dan tangkap serta penjarakan oknum pelaku penganiayaan.

Aksi yang diwarnai pembakaran Ban bekas ini sempat membuat pusat perhatian pengguna Jalan  Pertigaan Hartasning-Pettarani (PHP) Kota Makassar, kendati demikian aksi ini berakhir dengan tertib. (*)

Disarankan Untuk Anda :