SimpulRakyat.co.id, Makassar – Banyaknya informasi salah yang beredar tentang pemakaman pasien PDP yang dituduh Covid-19 serta hoax mengenai dana 321 juta setiap pasien covid membuat banyak fitnah keji yang muncul kepada pihak tenaga medis.
Sementara kita sadari bersama bahwa saat ini mereka tenaga medis sedang berjuang untuk menolong saudara saudara kita yang menderita Covid-19.
“Secara jujur saya masih kurang paham bagaimana rumah sakit dalam hal budget untuk penanganan Covid-19 tapi saya lihat masih banyak kok rumah sakit yang belum dibayarkan oleh pemerintah,” terang tenaga khusus nusantara sehat angkatan XXX 2019, dr H Ilham ikzhan HB M.Kes di Makassar, Senin (8/6)
Lanjutnya, bahwa memang kita sama-sama kaget dan sama-sama linglung dalam menghadapi Covid-19 ini, baik itu pemerintah maupun Nakes, tetapi itukan wajar karena wabah ini pertama kali muncul, terangnya lagi.
Akan tetapi yang paling penting adalah saat ini kita harus bersama-sama, harus saling menopang, saling mendukung atau saling membantu, sebagai contoh, masyarakat menyemangati pemerintah, pemerintah menyemangati tenaga kesehatan.
“Kekecewaan yang muncul dari masyarakat misalnya karena keluarganya yang meninggal PDP belum keluar hasil swabnya dan di perlakukan sebagai pasien positif covid, itukan salah satu kesepakatan dari tenaga kesehatan yang profesional serta mengkaji anjuran-anjuran dari WHO sehingga kekecewaan itu tidak membuat kita harus lantas mengeluarkan statement rumah sakit korupsi dan sebagainya,” tutup dr H Ilham ikzhan. (*)


Tinggalkan Balasan