Walah, Mantan Kepsek dan Wakasek Ini Diduga Tilep Beasiswa PIP

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Gowa – Oknum mantan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMPN 1 Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, diduga selewengkan dana beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) pada tahun anggaran 2017-2019 silam.

Hal itu diungkapkan oleh beberapa orangtua siswa yang enggan menyebut namanya ke media ini.

Baca Juga

Mereka mengaku bahwa sejak anaknya duduk di Kelas VII hingga Kelas XII sekarang ini, hanya sekali menerima bantuan PIP tersebut.

Para orangtua siswa penerima BSM (PIP) antri di rumah mantan Wakasek SMPN 1 Tinggimoncong.

Ironisnya, kedua oknum itu juga diduga melakukan penggandaan buku rekening untuk siswa penerima PIP di Bank BRI dengan membuat laporan keterangan hilang dari kantor polisi.

“Kasihan sekali kalau seorang kepala sekolah dan wakilnya dapat menipu kami dengan jalan menggandakan buku rekening kami dan sampai-sampai tabungan anak kami yang ada di dalamnya raib juga ia tarik,” kesal salah satu orangtua siswa.

Kasus ini tentunya sangat disayangkan, lantaran sejak 2016, 2017, 2018 dan 2019 dana bantuan siswa miskin (BSM) SMPN 1 Tinggimoncong itu diperkirakan berjumlah ratusan juta rupiah.

Akibatnya, puluhan siswa baik reguler maupun non reguler, dalam hal ini siswa SMP Terbuka tidak menerima dana BSM-nya dari pengelola.

Selain itu, sebelum tahun anggaran 2020, beberapa orangtua maupun siswa tidak mengetahui bahwa selama ini mereka mendapatkan BSM.

Buku tabungan yang diduga digandakan

Kepala SMPN 1 Tinggimoncong, H Muh Zain yang dihubungi awak media, mengaku tidak mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan anggaran BSM selama empat tahun di sekolah yang dinaunginya itu.

“Kita tanya langsung saja sama pengelola saat itu, dinda. Soalnya saya baru menjabat di sekolah ini jadi tidak tahu menahu soal itu,” ujar dia lewat selulernya.

Sementara itu, mantan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMPN 1 Tinggi Moncong, ST dan DH saat dihubungi wartawan Simpul Rakyat via telepon seluler dan WhatsApp, Rabu (20/5) kemarin, belum memberikan komentar soal dugaan tersebut hingga berita ini diterbitkan.

Sekadar diketahui, Program Indonesia Pintar (PIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin yang memiliki Kartu Keluarga Sejahterea, dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Program kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial dan Kementerian Agama ini juga memprioritaskan bagi anak usia sekolah yang termasuk yatim piatu, penyandang disabilitas, serta korban bencana/musibah.

PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah agar tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal maupun non formal.

Bantuan yang akan diterima yakni berupa dana dengan besaran yang telah ditentukan sesuai tingkatan pendidikan sebagai berikut.

  1. Peserta didik SD/MI/Paket A mendapatkan Rp450.000,-/tahun;

  2. Peserta didik SMP/MTs/Paket B mendapatkan Rp750.000,-/tahun;

  3. Peserta didik SMA/SMK/MA/Paket C mendapatkan Rp1.000.000,-/tahun

Pemanfaatan PIP ini juga tidak hanya diperuntukkan bagi pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP) saja, melainkan pemilik Kartu Keluarga Sejahtera pun bisa memanfaatkannya. (Hardiono)

Disarankan Untuk Anda :