SimpulRakyat.co.id, Makassar – Beredar pesan berantai di jejaring sosial maupun WhatsApp terkait dugaan tambahan pemberat pada tabung gas LPG 3 Kg.

“Berhati-hati dalam memilih tabung gas 3 Kg. Yang banyak beredar di masyarakat. Yang dilingkari merah adalah pemberat yang ditambahkan untunk mengelabui total timbangan tabung,” tulis sebuah akun di grub percakapan

Sehingga lanjutnya, meskipun isi tabung kurang dari 3 kg. Tetapi, akan tetap terhitung 3 Kg karena beban pada panel besi tersebut. Untuk itu kami mengajak masyarakat sekalian untuk lebih cerdas dalam berbelanja khususnya dalam memilih tabung 3 Kg. Agar tidak menjadi korban.

Tabung Gas ‘Melon’

Reporter SimpulRakyat.co.id kemudian melakukan investigasi, khususnya di wilayah Kota Makassar. Dan benar menemukan sejumlah tabung yang diduga memiliki pemberat.

Berdasarkan data tersebut, Reporter SimpulRakyat.co.id langsung menghubungi Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Kota Makassar sebagai instansi terkait untuk melakukan konfirmasi.

Menurut Kadisdag Muh Yasir, setelah mendapatkan penjelasan dari pihak Hiswana Migas, bahwa plat besi tersebut sengaja dipasang untuk menormalkan berat tabung kosong. Sama sekali bukan untuk mengelabui masyarakat.

“Kami sudahh kordinasi dengan salah satu pengurus Hiswana Migas, bahwa itu namanya plat balancer (balancing),” kata Yasir ke media ini, Selasa (18/2/2020) sore.

Yasir menambahkan bahwa tidak semua tabung gas 3 Kg. Memiliki plat balancer. Plat balancer hanya dipasang pada tabung yang kekurangan berat normal saat tabung kosong.

“Tidak semua tabung memiliki plat balancer. Plat tersebut untuk menstabilkan berat kosong tabung untuk cukup 5 Kg (kosong), jadi berat setelah diisi gas menjadi 8 Kg,” pungkasnya.

Diketahui, tabung LPG 3 Kg yang kerap dikenal dengan istilah tabung ‘melon’ memiliki berat kosong 5 Kg. Berat isi 3 Kg. Sehingga berat total tabung yang terisi 8 Kg.

Reporter: Fatwa