SimpulRakyat.co.id, Makassar – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kepmi Bone menggelar dialog kepemudaan di Asrama II KEPMI Bone Jalan Kalumpang, Kota Makassar Sulsel, Jumat, 21 Februari 2020. Dialog dengan mengusung tema ‘Peran Pemuda mewujudkan Stabilitas Politik dan Keamanan Kota Makassar’ ini menghadirkan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono.

Selain Kapolrestabes Makassar, dalam kegiatan itu juga dihadiri langsung oleh Ketua KKMB Sulsel, H Andi Muallim, Anggota DPRD Sulsel, Andi Irwandi Natsir dan Budayawan Kabupaten Bone, Dr Andi Singkeru Rukka.

Sebagai Tokoh Pemuda Bone, Andi Irwandi Natsir mengatakan, empat tipologi pemuda yang saat ini berkembang yaitu pemuda yang cerdas tapi tidak peduli, peduli tapi tidak cerdas, pemuda yang tidak cerdas dan tidak peduli, dan pemuda yang cerdas dan peduli. Dan poin terakhirlah yang sangat dibutuhkan negara kita saat ini.

“Saya sangat berbahagia diadakan acara ini, mudah-mudahan ini adalah cara untuk meretas isu-isu buruk terhadap mahasiswa dari Bone. Terkait dengan tema dialog ini, saya kira teman-teman dapat bekerja sama menjaga keamanan di Makassar,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Andi Singkeru Rukka. Selaku Budayawan Bone, ia mengatakan jika nilai-nilai Pancasila saat ini bisa diperkuat dan dijadikan sebagai peretas segala konflik yang ada di Negara kita. Sehingga memang betul kita dapat jadikan sebagai pedoman hidup.

“Esensi konflik di Kota Makassar dalam kemahasiswaan sangatlah kecil, khususnya pada Mahasiswa Bone. Karena di Makassar ini sangatlah banyak pendatang untuk menuntut ilmu di beberapa Universitas, akan tetapi ini adalah perhatian besar bagi Mahasiswa Bone guna tidak menimbulkan konflik,” bebernya.

Namun demikian, konflik-konflik yang pernah terjadi selama ini karena adik-adik kita saat ini berada dalam posisi emosi yang susah dikontrol sehingga gampang terpancing ketika ada konflik. Olehnya itu, kehadiran Kapolrestabes Makassara ini, sebuah resolusi untuk meretas segala konflik-konflik yang ada di Makassar khususnya adik-adik yang berasal dari Bone.

Kemudian, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan bahwa Kabupaten Bone merupakan kota yang besar, khususnya pada sumber daya alam dan sumber daya manusia karena banyak pejabat-pejabat negara merupakan asli dari Kabupaten Bone.

Dan kehadiran mahasiswa asal Bone di Kota Makassar ini untuk menuntut ilmu. Memang, sebagai mahasiswa harus juga kritis, sehingga segala kebijakan – kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan masyarakat boleh disikapi dengan cara diskusi serta aksi penyampaian pendapat dimuka umum yang penting murni dan tidak disusupi.

“Saya harap adik-adik dapat membantu pihak kepolisian menjaga Kamtibmas khususnya di Kota Makassar, dan apabila ada yang tidak sesuai maka segera sampaikan kepada kami,” ungkapnya.

Mantan penyidik KPK ini juga meminta kepada mahasiswa asal Bone agar memahami serta menjauhi paham Radikalisme atau aliran keras, harus paham terkait dengan Korupsi karena saat ini mahasiswa atau aktivis-aktivis harus menyikapi masalah korupsi, dan jauhi narkoba.

Sementara itu, Ketua Umum DPP KEPMI Bone Periode 2019-2021, Andi Muh. Raihand Amry pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Kapolrestabes Makassar yang menyempatkan waktunya untuk hadir.

“Kami harap dengan adanya kegiatan silaturrahmi antara teman-teman Mahasiswa dari Bone dengan pihak Kepolisian, dapat menambah kerjasama dan saling bersinergi agar situasi konflik tak lagi terjadi demi menciptkan keamanan di Kota Makassar,” tutup Muh Raihand Amry. (**)