SimpulRakyat.co.id – Petuah adalah pesan yang berisi nasihat, peringatan dan pelajaran dari orang tua, orang bijak, dan atau orang alim.
Di kalangan suku Bugis, petuah ini terdiri dari Paseng dan Pangaja.
Paseng berisi pesan-pesan yang melingkupi masa yang lalu, masa kekinian dan masa akan datang.
Sedang Pangaja muncul setelah seseorang melanggar petuah atau melakukan perbuatan yang melanggar norma yang berlaku.
Meski demikian, keduanya tidak bisa dipisahkan sehingga terangkum menjadi satu kesatuan dalam petuah.
Salah satu petuah Bugis yang cukup tersohor adalah, Asera Temmallaiseng, yang memiliki arti sembilan tak terpisahkan, yaitu hindari dua, katakan satu, lakukan dua, ingat dua dan lupakan dua.
Apa maksud petuah Asera Temmallaiseng itu?
Untuk mengetahui dan memahami petuah tersebut, berikut penjelasan singkatnya.
Pertama, hindarilah yang dua (Aniniriwi Duwwae) yaitu, jangan mencela kesukaan orang lain (Aja Mucaccai Pappojinna Tauwwe), dan jangan menghitung harta milik orang lain (Aja Murekengngi Apunnangenna Tauwwe).
Kedua, katakanlah yang satu (Puwadai Seddie) yaitu, katakan hal yang wajar yang bisa menyenangkan orang lain (Puwadai Anu Sitinajae Weddingnge Naporio Tauwwe).
Ketiga, lakukanlah yang dua (Pugaui Duwwae) yaitu, lakukan hal yang bisa memperbaiki orang lain (Pugaui Anu Weddingnge Napodeceng Tauwwe), dan lakukanlah sesuatu dengan prilaku yang baik dan tak terbantahkan (Pegaui Ampe Kedo Temmasolae Tenrisumpala).
Keempat, ingatlah yang dua (Enggerangngi Duwwae) yaitu, ingatlah kebaikan orang kepada kita (Engngerangngi Pappedecenna Tauwwe Lao ri Idi), dan ingatlah kesalahanmu kepada orang lain (Engngerangngi Atassalammu Lao ri Tauwwe).
Kelima, lupakanlah yang dua (Allupai Duwwae) yakni, lupakan kebaikanmu kepada orang lain (Allupai Pappedecemmu Lao ri Tauwwe), dan lupakan kesalahan orang lain kepadamu (Allupai Atassalanna Tauwwe Lao ri Idi).
Demikian sekelumit pesan dari setumpuk nilai dari petuah Orang Bugis dari masa ke masa. | **Arwan R


Tinggalkan Balasan