Gadis yang Suka Berlama-lama di Meja Makan Sulit Dapat Jodoh?

  • Whatsapp
Ilustrasi (Dok. huffingtonpost)

SimpulRakyat.co.id – Di zaman yang serba modern ini, teknologi serba canggih, namun masih sering kita jumpai hal-hal yang berbau takhayyul, mistis, bahkan mitos yang beredar di masyarakat kalangan suku Bugis, Sulawesi Selatan.

Sama halnya, kebiasaan yang diyakini dari sebagian suku ini, Pamali (pantangan) anak gadis yang makan bersamaan, tapi selalu berhenti di belakangan, dipercaya akan mengalami kesulitan mendapatkan jodoh alias jadi “Perawan Tua” seperti yang digambarkan dalam “Film Slow Motion”.

Baca Juga

Terlepas benar atau tidaknya hal itu, kita sebagai mahluk yang percaya akan Sang Pencipta, mengimani akan adanya Tuhan. Kita meyakini bahwa apapun yang terjadi dalam diri kita, semua atas kehendak Allah SWT, termasuk dalam hal jodoh.

Seperti yang jelas terulis dalam Alquran dalam Surat Al-An’am Ayat 59

۞ وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz),” (QS Al-An’am:59).

Dalam hadits tentang taqdir juga disebutkan bahwa semua yang akan terjadi pada manusia; baik yang menyenangkan atau tidak menyenangkan, semuanya sudah ada pada garis taqdir Allah SWT; di antaranya jodoh yang cepat atau lambat atau bahkan tidak dapat sama sekali. Yang bisa manusia lakukan hanya berusaha dan syukur atau sabar.

ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ وَيُقَالُ لَهُ اكْتُبْ عَمَلَهُ وَرِزْقَهُ وَأَجَلَهُ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ.

Kemudian Allah mengutus malaikat yang diberi perintah dengan empat hal. Difirmankan kepada malaikat itu: “Tulislah amalnya, rizkinya, ajalnya, dan celaka atau bahagianya.” Setelah itu ditiupkan kepadanya ruh (Shahih al-Bukhari kitab bad`il-khalqi bab dzikril-mala`ikat no. 3208).

Ayat dan hadits di atas menjelaskan bahwa, hal sedetil-detilnya yang terjadi di dunia ini adalah takdir yang telah tertulis dalam Lauh Mahfudz, termasuk salah satunya dalam hal jodoh.

Nah, dalam hal anak gadis yang makan bersamaan, tapi selalu berhenti di belakangan yang dipercaya akan mengalami kesulitan mendapatkan jodoh, bahkan menjadi perawan tua adalah Mitos.

Mungkin, alasan orang tua soal Pamali itu bermaksud menakut-nakuti anak gadisnya, agar apapun yang dilakukan cekatan, termasuk dalan hal makan, dan lain hal. Namun cerita tersebut berkembang terus-menerus, hingga sebagaian besar suku Bugis memepercayainya.

Wallahu a’lam bish-shawab

Penulis: Elya

Berita Menarik Lainnya