SimpulRakyat.co.id, Makassar – Sukma Dwi Safira adalah salah seorang korban bencana di Palu yang selamat sampai ke Makassar, Dwi sapaan akrabnya merupakan ibu dari Almahurmah adinda yang meninggal dunia, Senin 02 Desember 2019, kemarin di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar

Adinda meninggal karena menderita demam tinggi, tim dokter rumah sakit labuang baji sudah berusaha semaksial mungkin sejak masuk sampai saat ajal menjemputnya.

Kepanikan pun terjadi ketika ibunya mengetahui anaknya sudah tiada, disebabkan orang tuanya tidak memiliki biaya sama sekali untuk membelikan perlengkapan mayit dan tak tahu harus mau dikuburkan dimana sang anak.

“Dari kepanikan si ibu, kawan-kawan driver mencoba membantu dengan menghubungi dinas sosial dan alhamdulliah dengan respon cepat memberikan bantuan yang di harapkan oleh sang ibu, beberapa menit kemudian saya dapat telepon dari Tim Rescue BPBD Kota Makassar untuk membantu angkutan ambulance secara gratis,” kata Yusri driver Gojek Makassar.

“Untuk perkuburan sudah ada yang bantu di kab. Jeneponto, Alhamdullillah semua berlancar tanpa hambatan dan kendala yang berarti, Insya Allah almarhumah akan dikuburakan pada hari selasa, 03 desember 2019,” lanjut dia.

Diana menambahkan, Dwi sang ibu sejak kejadian bencana Palu dia hanya hidup berdua dengan anaknya dikarenakan suaminya telah meninggal dunia pasca bencana tersebut.

“Selama di Makassar, keluarga ini dibantu oleh kawan – kawan driver gojek untuk menopang kehidupan sehari – seharinya serta dari swadaya kawan – kawan driver gojek yang ikhlas membantu untuk kemanusiaan,” ujar dia.

Sementara itu, Ibnu mengatakan, selama anaknya masuk rumah sakit sampai meninggalnya  para driver gojek silih berganti menjaganya, hingga sampai penguburanya tadi.

“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah meringankan beban saudara kita yang lagi tertimpa musibah, terkhusus kepada dinas sosial Makassar, BPBD Makassar, PMI Kota Makassar dan para driver gojek yang mau peduli kepada sesama, Gojek Pasti Ada Jalan Untuk Kemanusiaan,” tutup Ibnu mengakhiri percakapan.

Penulis: Restu