Melalui Kegiatan BID, Bupati Minta Tekan Angka Stunting di Halbar

  • Whatsapp
Pelaksanaan kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) dan pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Kecamatan Ibu

SimpulRakyat.co.id, Jailolo Halmahera Barat – Pelaksanaan kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) dan pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Kecamatan Ibu, resmi berakhir pada Jumat (6/9).

Kegiatan BID dan PSDM sendiri telah dilaksanakan di lima Kecamatan yakni, Kecamatan Jailolo Selatan, Jailolo, Sahu Timur, Sahu dan Kecamatan Loloda, sementara di Kecamatan Ibu, Ibu Selatan dan Ibu Tabaru, digabungkan menjadi satu dan langsung ditutup.

Baca Juga

Bupati Halmahera Barat (Halbar) Danny Missy berharap, melalui kegiatan BID dan PSDM menyatakan, Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bisa sama-sama membangun desa melalui bursa inovasi desa, agar nantinya desa lebih maju, kecamatan maju, kabupaten juga maju dan indonesia pun akan maju.

“Berangkat dari bursa inovasi desa, maka kita akan membangun indonesia dari pinggiran dengan baik, apalagi melihat slogan HUT RI ke-74 yaitu SDM unggul Indonesia maju, ini menjadi acuan kita agar memperbaiki sistem sumber daya manusia yang ada di halbar,” ungkapnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Halbar ini berharap, kegiatan BID dan PSDM harus dicerna dengan baik, sehingga pembangunan desa bisa dilakukan dengan cara cara inovasi dan kreatifitas demi Kesejahteraan masyarakat.

Danny juga meminta agar pencegahan stunting yang dilakukan KPM lebih dimaksimalkan, mengingat angka stunting di Halbar sudah mencapai 30,7 persen, sehingga harus ada tindakan serius untuk menekan tingginya angka stanting.

“Tujuan utama membangun daerah ini adalah demi kesejahteraan masyarakat dan itu harus dilakukan mulai dari desa melalui inovasi dan kreatifitas perangkat desa,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-PD) Asnath Sowo menyampaikan, akan ada evaluasi dari DPM-PD bersama dengan tenaga ahli kabupaten dalam melihat program yang di ambil setiap desa di bursa inovasi desa, dan juga akan memaksimalkan PSDM untuk KPM agar mampu secepatnya menangani masalah stunting di halbar.

“Kegiatan BID diharapkan ada terjadinya replikasi oleh peserta dalam hal ini desa untuk bisa mengadopsi kegiatan-kegiatan yang disediakan di bursa inovasi desa dan mampu mengimplementasikan sesuai dengan potensi desa masing-masing,” katanya.

Inti dari pelaksanaan BID dan PSDM, kata Asnath, pihaknya bersama tenaga ahli pendamping telah bersepakat dengan inspektorat akan memantau secara ketat program yang diambil oleh setiap desa dan akan menjadi syarat dalam pencairan dana desa, karena sudah ada komitmen yang disepakati dalam pelaksanaan BID itu sendiri.

“Sementara untuk PSDM dan KPM memiliki target utama yaitu penanganan stunting yang tidak hanya dibebankan saja kepada dinas kesehatan tetapi masyarakat juga ikut serta dalam melakukan pencegahan stunting, maka dari itu harus ada interkoneksi antara dinas kesehatan dan KPM agar upaya penurunan angka stunting di halbar bisa terlaksana dengan baik,” tutup Asnath Sowo.

MmSekadar diketahui, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. (AN)

Disarankan Untuk Anda