Diduga Akan Melakukan Provokasi Saat Demo Rusuh, Dosen IPB Diamankan Polisi

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Enam orang yang diduga merencanakan kericuhan pada saat aksi demonstrasi diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Drreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Dimana diantaranya merupakan seorang dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ir Abdul Basith.

Tidak hanya seorang dosen saja, polisi juga berhasil mengamankan seorang pensiunan tentara yang berpangkat Laksamana Muda TNI yang kini juga berprofesi sebagai dosen, berinisial Sony. Sementara empat orang terduga lainnya yakni Sugiono (wiraswasta), Yudhi Febrian (karyawan), Ali Udin (wiraswasta), dan Okto Siswantoro (karyawan swasta).

Baca Juga

Setidaknya dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan bom molotov, yang diduga akan digunakan untuk memancing kerusuhan ditengah kerumunan massa dalam aksi demonstrasi tersebut. Namun, hingga saat ini belum diketahui pasti kerusuhan mana yang akan menjadi sasaran.

Berdasarkan infromasi yang berhasil dihimpun, penangkapan dilakukan pada Sabtu (28/9/19), saat korban berada di Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh Tangerang Kota, tepatnya di dikediaman  Sony.

Namun, saat diinterogasi, tersangka mengaku telah mengatur setiap peristiwa menyerupai insiden yang telah terjadi tahun 1998 yang akrab disebut lahirnya era reformasi. Sementara, bom molotov digunakan untuk membakar toko-toko yang berada disekitaran Grogol sampai Roxy agar masyarakat terpancing untuk melakukan penjarahan.

“Saya diundang untuk datang ke rumah Pak Haji (Sony Santoso). Saya dianjurkan untuk bermalam karena akan ada instruksi. Saya diberi uang Rp300 ribu untuk membeli bensi membuat bom molotov kemudian membakar toko-toko agar memancing masyarakat keluar dan terpancing menjarah seperti kejadian ’98’,” ungkap YF, dalam sebuah rekaman video.

Secarah terpisah, Kasat Reskrim Polres Tangerang Kota, AKBP Dicky Ario Yustisianto, membenarkan penangkapan tersebut. Dimana menurutnya, penangkapan tersebut dilakukan oleh Polda Metro Jaya.

“Polres hanya backup, semua giat dilakukan oleh Jatanras Krimum PMJ dan Densus 88. Kami juga tidak diperbolehkan untuk mengambil dokumentasi,” kata Dicky, Minggu (29/9/2019).

Kabar penangkapan dosen AB sudah sampai di telinga Rektor IPB University, Dr Arif Satria, yang merasa sangat sock mengetahui hal tersebut. Sebelum akhirnya, berniat untuk menjenguk Ir Abdul Basith yang berkordinasi dengan PMJ.

“Saya terkejut sekali dengan berita tersebut. Malam ini saya menjenguk beliau di PMJ dan koordinasi dengan PMJ,” tambahnya dilansir Suara.

Sementara, rumah milik tersangka AB, yang berada di Perumahan Pakuan Regency Linggabuana, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, dihiasi garis polisi yang melintang di depan rumah. Hingga salah seorang security perumahan, Junaedi mengatakan, pemilik rumah tersebut sudah tiga hari lalu tidak terlihat di sekitar kompleks perumahan.

“Sehari-hari baik orangnya. Sosialisasi juga dengan tetangga. Pas Sabtu siang emang sudah ada polisi datang. Kebetulan Saya Jumat lepas piket,” ungkap Junaedi.(*)

Disarankan Untuk Anda