Aktivis Anti Korupsi Dianiaya Oknum yang Mengaku Polisi, DPP LSM APAK RI Bersuara  

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Makassar – Aktivis Anti Korupsi juga selaku anggota Aliansi Peduli Anti Korupsi (APAK) Republik Indonesia (RI), Yusril Paneddu (41) belum lama ini dikabarkan mengalami dugaan pengeroyokan oleh oknum Polisi di Jln Boulevar, Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bulu Rokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) LSM APAK RI Mastan. Ia meminta pihak Kepolisian bekerja secara profesional dalam menyelesaikan kasus dugaan pengeroyokan yang dialami Yusri Paneddu.

Baca Juga

“Laporan Yusri Paneddu yang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa oknum yang mengaku polisi, sudah sampai ke Profesi dan Pengamanan (Propam),” ungkap Mastan ke SimpulRakyat.co.id via WhatsApp (WA), Kamis (22/8).

“Kami sangat berharap agar supaya kasus ini dikawal terus sama Propam sampai dilimpahkan di Kejaksaan, kerena kami yakin dan percaya kalau Propam turun tangan untuk memantau proses pemeriksaan yang sedang berlansung,” harap Mastan.

Diketahui, Yusri Paneddu sebelumnya mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa orang yang mengaku polisi, Yusri yang merupakan warga yang tinggal di Jl Boulevar, Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bulorokeng, Kecamatan Biringkanaya. korban pun telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Biringkanaya pada, 13 Juli 2019 lalu.

Mastan menegaskan, pihaknya akan terus mengawal laporan pengeroyokan yang menimpa anggotanya tersebut hingga proses pemeriksaan saksi-saksi yang tengah didalami Polsek Biringkanaya Makassar.

“Supaya proses pemeriksaan saksi yang sedang berjalan bisa terlaksana sesuai mekanisme dan prosudur sebagaimana diatur dalam KUHAP,” kata Mastan.

Mastan yakin bahwa salah satu bukti pengeroyokan yang sudah diserahkan, cukup untuk membuktikan kebenaran laporan dari pihaknya.

“CCTV yang sudah diambil penyidik sebagai bukti petunjuk bisa memperjelas kejadian yang sebenarnya dan saksi yang sedang diambil BAP-nya bisa memberikan keterangan yang sebenarnya,” jelasnya.

Mastan juga menegaskan jika dalam penyidikan ada indikasi bahwa saksi memberikan keterangan palsu, maka Dia akan melaporkannya dengan Pasal 242 KUHP ancaman pidana 7 tahun penjara.

“Kalau misalnya tiba-tiba CCTV itu rusak berarti ada orang yang sengaja menghapusnya sebagaimana kemarin ada salah satu tukang ojek yang sempat mendengar ada orang datang di pos sekuriti ingin menghapus isi CCTV tersebut,” ujar Mastan.

Lanjut Mastan, Ia berharap pekan depan sudah ada status hukum para pelaku. “Maka kami sangat berharap Minggu depan sudah terpenuhi Pasal 170 Ayat (2) angka 1 dan sudah ada kepastian hukum tentang status para pelaku,” harap dia.

Tambah Mastan, Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, AKP Suardi menjelaskan, dalam kasus tersebut, kata Dia, pihaknya telah memeriksa lima saksi oknum Polisi yang diduga mengeroyok korban, namun ia belum mau membeberkan identitas oknum polisi tersebut.

“Iya betul prosesnya masih tahap lidik adapun saksi-saksinya yang sudah di interogasi sudah lima orang, iya termasuk (oknum polisi) jangan dulu nanti kalau sudah tahap sidik baru kita jelaskan,” jelas AKP Suardi saat dikonfirmasi, tulis Mastan.

Reporter: Faried

Berita Menarik Lainnya