SimpulRakyat.co.id, Sidrap – Angin kencang menerjang rumah warga di Desa Passeno Kecamatan Baranti dan Desa Mattirotasi Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Rabu (13/9/2023).
Angin kencang tersebut menyebabkan 3 rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dengan tingkat kerusakan yang ringan.
Angin kencang ini disebabkan oleh faktor-faktor alam yang meliputi perubahan cuaca yang tiba-tiba dan presipitasi yang tinggi.Perubahan cuaca yang tiba-tiba dapat terjadi karena adanya perubahan tekanan udara yang dapat menyebabkan angin kencang.
Selain itu, presipitasi yang tinggi juga dapat mempengaruhi cuaca ekstrem seperti hujan deras yang dapat menyebabkan banjir dan angin kencang.
Pada insiden ini, angin kencang tersebut dapat disebabkan oleh fenomena alam seperti siklon tropis atau hujan lebat yang terjadi di wilayah tersebut.
Wilayah yang memiliki iklim tropis memiliki kecenderungan untuk mengalami cuaca ekstrem seperti angin kencang.
Berdasarkan informasi dari Sekdes Mattirotasi, Rahma, Op Pusdalops serta aparat Desa Passeno dan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang, diketahui kerusakan yang terjadi pada 3 rumah di Desa Passeno dan Desa Mattirotasi disebabkan oleh rusaknya bagian atap akibat terpaan angin kencang.
“Meskipun tingkat kerusakan yang terjadi masih ringan, namun hal ini tetap mengganggu kehidupan sehari-hari penduduk setempat,” kata Rahma.
Lanjut dikatakan, kerusakan pada atap rumah dapat menyebabkan masuknya air hujan ke dalam rumah.
“Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen-komponen rumah seperti dinding, plafon, dan lantai. Selain itu, kerusakan pada atap juga dapat membahayakan keselamatan penghuni rumah jika tidak segera diperbaiki,” tuturnya.
Untuk diketahui, korban yang terdampak, yakni:
Desa Passeno, Kecamatan Baranti
1. Jumardin (KK) umur 62 tahun, Sanawiah (Istri) umur 45 tahun, Diana Amelia (Anak) umur 19 tahun.
2. Abd Rahman (KK) umur 32 tahun, Jusmiana (Istri) umur 23 tahun, Naura Afiyah Rahman (Anak) umur 1 tahun.
Desa Mattirotasi, Kecamatan Wattang Pulu
3. A Irwan (KK) umur 43 tahun, Kasma (Istri) umur 42 tahun, A Azriel (Anak) umur 11 tahun.
Rahma berharap, penting bagi masyarakat untuk memiliki kesadaran tinggi terhadap perubahan cuaca yang ekstrem.
“Terlepas dari seberapa cepat cuaca dapat berubah, tidak ada salahnya untuk secara rutin mencari informasi tentang kondisi cuaca terkini. Untuk mendapatkan prakiraan cuaca yang tepercaya,bisa mengunjungi situs resmi informasi cuaca seperti BMKG,” pungkas Rahma.


Tinggalkan Balasan