SimpulRakyat.co.id, Makassar – Lurah Barayya, Hamdani menerangkan mengenai aksi protes yang dilakukan oknum LPM, ORT/ORW yang baru baru ini terjadi di kantor Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

“Saya klarifikasi mengenai pemberitaan di salah satu media online itu tidak benar. Pertama mengenai kebijakan yang tidak pro kepada masyarakat itu seperti apa?, saya sejak menjabat di sini selalu berkoordinasi dengan semua tokoh masyarakat (Ketua LPM,/RT/RW) baik secara langsung maupun melalui grup WA,” terang Lurah Baraya St Hamdana kepada media, Jumat (19/5/2023).

Lanjutnya, tuduhan yang menyebut bahwa program lorong wisata tidak berjalan sesuai harapan Pemkot Makassar. Menurut Lurah selalu mendorong program pemkot Makassar utamanya program longwis,

“Longwis sudah berjalan di wilayah kami, semua RW sudah berjalan dengan baik hanya saja di wilayah RW 3 ini yang memang belum maksimal. Kami selalu mengimbau ke masyarakat mengenai pengembangan longwis, melalui rapat rapat ataupun grup ketua RT/RW,” ucapnya.

Lebih jauh, Hamdana menerangkan bahwa persoalan ini dipicu saat seorang warga datang ke kantor lurah meminta jatah Bansos, namun karena waktu pelayanan telah lewat sehingga Lurah Baraya mengarahkan agar warga tersebut datang esok harinya.

“Awalnya itu warga datang ke kantor lurah meminta pembagian bansos beras 10 kg, tapi karena staf sudah pulang, memang sudah jam pulang sekitar pukul. 17.05. sehingga saya suruh datang besok pagi saja. tetapi datang Pj.ketua LPM seakan memaksakan minta kebijakan untuk diberikan saja kepada warga ini,” jelasnya.

“Saya bilang kalau satu saya loloskan bisa jadi warga yang lain akan komplain. jangan sampai saya dikira membeda bedakan warga. Ini kan saya jalankan sesuai aturan. Lagi pula staf yang mencatat data penerima bansos sudah pulang.” ujarnya.

Pasca peristiwa itu, segelintir ketua RT melakukan aksi di depan kantor lurah Baraya.

Menanggapi persoalan ini, tokoh masyarakat kecamatan Bontoala, Farid Mama menyayangkan insiden tersebut, sewajarnya tokoh masyarakat mendukung lurah sebagai perwakilan pemkot makassar (wali kota Makassar) di tingkat bawah,

“Kita sangat menyayangkan kejadian ini, seharusnya mereka mendukung semua program program pemerintah yang digaungkan oleh Lurah. Bukan malah menjadi provokator pembuat rusuh,” kata Farid.

“Saya sampaikan kepada Lurah agar mengumpulkan semua tokoh masyarakat, meluruskan persoalan ini kemudian menyatukan persepsi dalam rangka meningkatkan pelayanan ke masyarakat,” imbuh pria yang dikenal sebagai pengacara senior di kota Makassar ini. (Ilho)