SimpulRakyat.co.id, Luwu – Aliansi Pencinta Ustadz Mahruf, meluapkan keresahaannya dengan mendatangi kantor Bupati Luwu, menuntut untuk segera melakukan proses administrasi dan hukum kepada oknum camat Ponrang di kabupaten Luwu, pada Jumat (3/12) siang.
Diterima langsung oleh Asisten 1 Bupati Luwu, peserta aksi meminta Kepada Camat Ponrang untuk meminta maaf secara langsung kepada ustadz Mahruf dan juga menyampaikan permohonan permintaan maaf secara tertulis melalui media cetak atau online.
Mereka juga meminta mepada Bupati Luwu,Untuk segera memberikan sanksi kepada camat ponrang.
“Meminta Kepada Kapolres Luwu untuk segera mengusut tuntas kasus yang telah dilaporkan oleh Ustadz Mahruf secepat mungkin,” kata Aidil juru bicara aksi.
Lanjut, Aidil juga memberikan deadline waktu 7 x 24 jam kepada pihak Pemerintah Kabupaten Luwu dan apabila batas waktu tersebut tidak dipenuhi, maka Aliansi Pencinta Ustadz Mahruf yang berada di Tana Luwu Raya, akan turun dengan kekuatan yang lebih besar.
Sekadar diketahui bahwa camat ponrang dilaporkan atas dugaan penghinaan terhadap pribadi Ustad Mahruf dan penyandang cacat, yang dilaporkan pada tanggal 17 November 2021, di polres Luwu oleh ustadz Mahruf bersama santrinya.
Menyikapi aksi demonstrasi pelecehan yang diduga dilakukan oknum camat, kepala BKPSDM Luwu Andi Muhammad Ahkam Basmin langsung angkat bicara. Ia berjanji akan menindaklanjuti tuntutan demonstran.
“Kami sudah mendapatkan intruksi dari Bupati segera menindak lanjuti sesuai aturan. Kalo memang terbukti pasti kami akan copot,” ungkapnya.
Bupati Luwu tambahnya, tidak mungkin mentolerir jika ada pejabat pemkab Luwu yang arogan terhadap masyarakat apalagi kepala ulama dan tokoh agama.
“Atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan oleh masyarakat Luwu, Saya selaku Plt Kepala BKPSDM memohon maaf yang se besar besarnya kepada masyarakat. Yakinlah bahwa kami akan menindak tegas sesuai aturan yang ada,” tambahnya
“Teman teman pasti paham saya juga secara pribadi tidak mungkin membiarkan ada orang yang melecehkan Ulama atau Pemuka Agama. Mohon keluargaku masyarakat untuk tenang, kita jaga situasi yang sejuk di kabupaten Luwu,” kuncinya. (*)


Tinggalkan Balasan