SimpulRakyat.co.id, Halmahera Selatan- Diduga penyebab terjadinya kericuhan, masyarakat Desa Bosso desak Camat Kecamatan Gane Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan, Haris E Arobi untuk mundur dari jabatannya.

Kericuhan terjadi didepan kantor Desa Bosso, Senin (26/4) tersebut lantaran Haris dituding telah mengadu domba masyarakat.

Lonis Cicoro, Tokoh Pemuda Desa Bosso, mengecam keras tindakan Camat Gane Barat Utara yang diduga telah mengadu domba warga desa Bosso dan meminta Haris E. Arobi segera undur diri dari jabatannya.

“Beliau kami anggap tidak layak dan tak pantas memimpin Wilayah Gane Barat Utara karena kericuhan yang terjadi. Kecamatan ini harus mampu dipimpin oleh orang yang punya moral dan etika yang baik dan paham soal adat istiadat dan karakter desa,” kata Lonis, kepada media ini via pesan WhatsApp, Selasa (27/4).

Haris E. Arobi, lanjut Lonis, diduga kuat menjadi dalang intelektual dari diaktifkannya kembali Pithein Girato sebagai Kepala Desa Bosso, yang sebelumnya sudah diberhentikan oleh Bupati Halsel atas pelanggaran pelecehan seksual terhadap istri orang dan beredar di media sosial.

“Kami minta kepada dinas DPMD dan Kabag Hukum Pemda Halmahera Selatan untuk segera membatalkan SK yang sudah dikeluarkan untuk mengaktifkan kembali Pithein Girato sebagai kepala desa,” pungkasnya.

Diketahui, Haris E. Arobi merupakan camat baru, yang menggantikan camat sebelumnya yakni Udin Ahmad, S.Sos.

Menurut informasi yang diterima dari salah seorang pegawai kantor camat, pasca menjabat sebagai Camat Gane Barat Utara, Haris E. Arobi langsung menghubungi Kadis DPMD dan Kabag Hukum Pemda Halmahera Selatan, untuk mengaktifkan kembali Pithein Girato sebagai kepala desa.
Namun permintaan tersebut ditolak oleh dinas DPMD tersebut.

“Entah bagaimana ceritanya tiba – tiba sudah ada pemberitahuan kepada masyarakat bahwa hari Senin 26 April 2021 akan dibuat serah terima jabatan dari Pejabat kepala desa Bosso Udin Ahmad untuk Pithein Girato,” kata Cicon, seperti yang disampaikan pegawai kantor camat yang namanya tak mau disebutkan itu.

Tak berjalan mulus, konflik pun terjadi antar masyarakat desa Bosso. Agenda serah terima pun tidak bisa dilaksanakan.

Akibat dari kericuhan yang terjadi tersebut, satu orang diketahui meninggal dunia pada saat masyarakat beradu mulut dan yang bersangkutan ada dilokasi aksi warga yang sedang ramai.

Korban diduga meninggal akibat merasa panik karena terjadi kericuhan dilingkungan rumahnya.

Sampai berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti penyebab kematian warga Bosso tersebut.