LUWU – Musim durian telah tiba, sebuah teras rumah di Desa Batulappa, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, tak pernah sepi pengunjung. Di tempat yang kini dikenal sebagai Teras Durian Batulappa itu, pelanggan datang silih berganti untuk menikmati durian segar langsung dari petani lokal.

Di bawah rindangnya pepohonan dan suasana pedesaan yang tenang, pengunjung bebas memilih durian yang diinginkan. Sebagian menikmatinya bersama keluarga, sebagian lagi datang berombongan hanya untuk merasakan cita rasa durian khas Batulappa yang mulai dikenal hingga luar Sulawesi Selatan.

Siapa sangka, usaha yang kini ramai dikunjungi itu berawal dari modal sederhana dan kebiasaan pemiliknya membagikan aktivitas makan durian di media sosial.

Pemilik Teras Durian Batulappa, Asrianti, menuturkan usahanya mulai dirintis pada November tahun lalu. Awalnya, ia hanya menjual durian melalui Facebook dengan sistem pengantaran dari rumah ke rumah.

“Awalnya hanya modal posting di Facebook. Ada yang pesan lalu kami antar. Lama-kelamaan semakin banyak yang datang langsung ke rumah untuk membeli dan mencicipi durian,” kata Asrianti.

Meningkatnya jumlah pelanggan membuat dirinya kewalahan melayani pesanan. Dari situlah muncul ide untuk memanfaatkan teras rumah sebagai tempat makan durian.

Gagasan tersebut datang dari sang adik, Sahria, yang pernah menempuh pendidikan di Makassar dan kerap mengunjungi tempat makan durian di kota tersebut.

“Adik saya menyarankan agar teras rumah dimanfaatkan menjadi tempat makan durian. Kebetulan teras kami cukup luas sehingga pelanggan bisa datang langsung dan memilih durian yang mereka sukai,” ujarnya.

Berbekal modal awal sekitar Rp600 ribu, usaha itu mulai dijalankan secara sederhana. Saat itu, mereka hanya menyediakan sekitar 10 hingga 20 pertalaja durian setiap hari.

Meski demikian, Asrianti mengaku selalu berusaha menjaga kualitas buah yang dijual.

“Awalnya memang hanya iseng karena saya suka makan durian dan sering mempostingnya di media sosial. Ternyata banyak yang tertarik membeli. Lama-kelamaan hasilnya bisa membantu perekonomian keluarga,” tuturnya.

Menurut Asrianti, dirinya dan anggota keluarganya yang berlatar belakang pendidikan sarjana tidak pernah merasa gengsi menjalankan usaha durian.

“Kami tidak gengsi berjualan durian. Yang penting usaha ini halal dan hasilnya bisa dirasakan untuk membantu kebutuhan keluarga,” katanya.

Bagi keluarga mereka, Teras Durian Batulappa memiliki makna tersendiri. Teras rumah yang dulunya hanya menjadi tempat berkumpul keluarga kini berubah menjadi ruang pertemuan bagi banyak orang.

“Teras ini awalnya hanya tempat keluarga berkumpul. Sekarang menjadi tempat orang-orang datang menikmati durian khas desa kami,” ujarnya.

Salah satu hal yang membedakan Teras Durian Batulappa dengan penjual durian lainnya adalah keberanian memberikan garansi penggantian kepada pelanggan yang menemukan durian rusak atau tidak layak konsumsi saat makan di tempat.

Asrianti menilai durian merupakan buah yang sulit ditebak kualitasnya hanya dari tampilan luar.

“Kadang dari luar terlihat bagus, tetapi ketika dibuka ternyata hambar atau belum matang. Karena itu kami menerapkan sistem garansi agar pelanggan benar-benar puas menikmati durian,” katanya.

Durian yang dijual berasal dari kebun petani lokal di wilayah Larompong Selatan, khususnya Desa Batulappa. Penjualannya menggunakan sistem pertalaja, yakni ikatan durian yang umumnya berisi tiga hingga enam buah.

Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp100 ribu per pertalaja, tergantung ukuran dan kualitas buah.

Menurut Asrianti, sistem pertalaja dipertahankan karena sudah menjadi kebiasaan petani setempat dalam mengikat dan mengangkut hasil panen dari kebun.

Popularitas Teras Durian Batulappa terus meningkat berkat promosi melalui media sosial. Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Luwu dan Wajo, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Bone, Soppeng, Makassar, Pangkep, Jakarta, Surabaya hingga Timika, Papua.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika seorang pelanggan yang bekerja di Timika datang bersama rombongan dan memborong puluhan pertalaja durian.

“Awalnya dia melihat postingan kami di Facebook. Saat pulang kampung ke Sengkang, dia datang ke sini dan membeli lebih dari 40 pertalaja. Bahkan pernah kembali lagi bersama rombongan dan membeli sekitar 50 pertalaja untuk dinikmati di tempat,” kenangnya.

Kualitas durian dan pelayanan yang diberikan juga mendapat apresiasi dari pelanggan. Salah satunya datang dari Rival, pengunjung asal Siwa, Kabupaten Wajo.

“Bagus duriannya. Apalagi kalau makan di tempat banyak bonusnya. Kalau ada yang rusak juga langsung diganti,” ujar Rival.

Menurutnya, sistem garansi yang diterapkan pengelola membuat pelanggan merasa lebih nyaman saat membeli durian karena tidak perlu khawatir mendapatkan buah yang kualitasnya kurang baik.

Penilaian serupa disampaikan Cica, warga Desa Batulappa yang juga merupakan tetangga Asrianti. Ia mengaku tidak heran melihat Teras Durian Batulappa selalu ramai dikunjungi pelanggan.

“Teras Durian Batulappa memang mantap. Duriannya segar karena langsung dari petani. Wajar kalau selalu ramai pengunjung. Bahkan sering juga duriannya cepat habis karena banyak yang datang membeli dan makan di tempat,” kata Cica.

Menurutnya, kehadiran Teras Durian Batulappa turut membantu memperkenalkan Desa Batulappa kepada masyarakat luar daerah sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih baik bagi petani durian setempat.

Asrianti mengungkapkan keberadaan Teras Durian Batulappa juga membawa manfaat bagi petani lokal. Banyak petani kini lebih mudah menjual hasil panen tanpa harus mencari pembeli ke berbagai daerah.

“Alhamdulillah petani sangat terbantu karena durian mereka lebih mudah dipasarkan dan memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujarnya.

Ke depan, Asrianti berharap Teras Durian Batulappa dapat terus berkembang tanpa mengurangi kualitas durian yang menjadi keunggulannya selama ini.

“Semoga kualitas durian tetap terjaga dan petani-petani di desa kami semakin memperhatikan tanaman unggul mereka. Pecinta durian itu luar biasa banyaknya. Mudah-mudahan Teras Durian Batulappa bisa terus menjadi tempat berkumpul dan menikmati durian bagi siapa saja yang datang ke Batulappa,” tutupnya.