SimpulRakyat.co.id, Luwu – Hari ini, Kabupaten Luwu menjadi saksi digelarnya uji kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Program Pengembangan ASN (ProASN). Sebanyak 977 pegawai dijadwalkan mengikuti uji kompetensi ini selama empat hari, dengan pembagian sesi yang telah diatur panitia pelaksana.
Kegiatan yang berlangsung di dua lokasi, yaitu Gedung SMA Negeri 1 Luwu di Kelurahan Senga dan SMKN 2 Belopa, digelar oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Luwu atas arahan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional Makassar.
“Tujuan uji kompetensi ini adalah untuk memetakan kompetensi dan potensi ASN secara objektif. Hasilnya akan menjadi dasar pengembangan karier dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Luwu,” kata Muhammad Rudi, Pelaksana Harian Sekda Luwu, di sela-sela kegiatan, Selasa (2/12/2025).
Rudi menjelaskan, setiap peserta akan menghadapi sekitar 350-700 soal yang harus diselesaikan dalam waktu empat jam.
“Waktu yang diberikan BKN cukup untuk menyelesaikan seluruh soal. Dari hasil profiling ini, Bupati nantinya bisa menempatkan ASN sesuai kemampuan dan kompetensinya masing-masing,” ujarnya.
Peserta terdiri dari beragam jenjang jabatan, mulai dari pejabat administrator sebanyak 180 orang, pengawas 357 orang, pejabat fungsional 262 orang, hingga pelaksana 178 orang. Untuk hari pertama, panitia membagi peserta dalam dua sesi: sesi pagi pukul 08.00-12.00 Wita diikuti 124 peserta, dan sesi siang pukul 13.00-17.00 Wita diikuti 124 peserta lainnya.
Sebelum mengikuti ujian, peserta diwajibkan hadir satu jam lebih awal untuk melakukan registrasi dan menitipkan barang bawaan. Panitia juga menegaskan bahwa perangkat elektronik seperti telepon seluler tidak diperkenankan dibawa masuk ruang ujian.
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi evaluasi kompetensi, tetapi juga mendorong ASN di Kabupaten Luwu untuk terus meningkatkan kualitas diri. Pada akhirnya, pelayanan publik kepada masyarakat akan semakin profesional,” kata salah seorang panitia pelaksana.
Dengan pelaksanaan uji kompetensi ini, pemerintah daerah berharap mampu menempatkan pegawai pada posisi yang tepat, sesuai kemampuan, sehingga birokrasi di Kabupaten Luwu semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Tinggalkan Balasan