SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Dua pekan sejak resmi beroperasi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Labakkang 2 mulai menjelma sebagai ruang berkumpul yang hangat bagi relawan dan warga.
Suasana itu tampak jelas pada Minggu (30/12/2025) pagi, ketika halaman SPPG di Kelurahan Labakkang, Kecamatan Labakkang, Kampung Coppeng-coppeng, dipenuhi gelak tawa dan musik senam sehat.
Kegiatan yang digelar pada hari libur itu merupakan agenda perdana dari program senam sehat rutin yang akan berlangsung setiap pekan. Mitra Yayasan Negeri Harmoni Lestari bersama para relawan dapur, ahli gizi, dan tim akuntansi menyatu dalam gerakan ritmis yang mencairkan batas antarsesama.
Mitra perwakilan Yayasan Negeri Harmoni Lestari, Nur Asni, mengatakan senam sehat bukan sekadar ajang berolahraga. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi ruang untuk merawat energi kebersamaan.
“Senam ini akan terus kami lakukan setiap minggu. Tujuannya untuk membangun rasa persaudaraan, kekompakan, dan yang paling penting, menjaga silaturahmi,” ujar Asni saat ditemui usai kegiatan.

Asni menuturkan, keakraban para relawan SPPG Labakkang 2 telah tumbuh seperti keluarga besar. Karena itu, ia mengaku tengah berdiskusi dengan rekannya, Anwar, untuk menghadirkan kegiatan rekreasi bulanan sebagai bentuk penyegaran dan penguatan hubungan tim.
“Insya Allah, saya sudah bicarakan dengan kanda Anwar. Kalau libur, satu bulan sekali kita jalan-jalan ke Malino atau Toraja. Mereka sudah seperti keluarga dalam satu tim,” katanya.
Menurut Asni, kekompakan adalah modal utama bagi relawan yang setiap hari bergelut dengan pelayanan gizi masyarakat. Ia berharap suasana harmonis itu terus terawat.
“Semoga ke depan berjalan sesuai yang kita inginkan. Kalau ada sesuatu, mari kita duduk dan bicarakan baik-baik,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Muammar, kepala dapur SPPG Labakkang 2. Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi terbuka agar setiap relawan merasa dihargai dan dilibatkan.
“Semoga kebersamaan dan kekompakan terus terjaga. Jangan ada jarak ke saya karena saya sudah anggap semua seperti orangtua, kakak, dan adik,” kata Muammar.
Ia juga mengajak para relawan untuk tidak ragu menyampaikan hal-hal yang perlu dikoordinasikan.
“Kalau ada yang mau dikoordinasikan, jangan malu-malu. Sampaikan saja langsung,” tandasnya.
Kegiatan senam sehat kemudian ditutup dengan ramah tamah sederhana. Para relawan berharap rutinitas mingguan ini tidak hanya membuat tubuh lebih bugar, tetapi juga memperkuat solidaritas yang menjadi fondasi utama pelayanan kemanusiaan di SPPG Labakkang 2. (AB)


Tinggalkan Balasan