SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (Grib Jaya) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menantang Kapolres Pangkep yang baru, AKBP Muhammad Husni Ramli, untuk memberantas korupsi.

Kapolres yang baru saja menggantikan AKBP Ari Kartika Bhakti itu disebut harus berani membuka kembali sejumlah kasus dugaan korupsi yang selama ini dinilai tak jelas penanganannya.

Tantangan ini disampaikan oleh Ketua Generasi Muda Grib Jaya DPC Pangkep, Ardan Aidin, saat ditemui di Sekretariat Grib Jaya Pangkep, Jalan Kemakmuran, Kecamatan Pangkajene, Kamis (10/4/2025).

“Kita tahu di Pangkep ini banyak sekali dugaan korupsi, tapi hampir tidak ada proses hukum yang berjalan. Maka dari itu, kami menantang Kapolres baru untuk segera mengusut tuntas indikasi pelanggaran tersebut,” tegas Ardan.

Dia juga menyebut minimnya penindakan hukum terhadap kasus-kasus dugaan korupsi di Pangkep sebagai tanda lemahnya penegakan hukum. Menurutnya, masyarakat butuh transparansi dan sikap tegas dari aparat kepolisian.

“Beberapa tahun terakhir nyaris tak ada tersangka korupsi yang diproses. Kalau memang ada temuan, segera gelar konferensi pers. Biar masyarakat tahu,” lanjutnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Ardan, Grib Jaya DPC Pangkep akan turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Pangkep.

“Kami akan sampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolres yang baru sekaligus menyuarakan aspirasi masyarakat. Ini bagian dari gerakan ekstra parlementer kami,” ucapnya.

Ardan juga menyoroti pentingnya peran Kasat Reskrim yang baru agar benar-benar profesional dan tidak “main mata” dalam menangani perkara.

Senada dengan Ardan, Panglima Satgas Grib Jaya DPC Pangkep, Anjas Asmara, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjadi pengingat bagi aparat penegak hukum dan para pemangku kebijakan.

“Kami akan tetap menjadi alarm bagi para pejabat dan APH (aparat penegak hukum), agar tidak bermain-main dengan kepercayaan rakyat. Kami selalu hadir sebagai kontrol sosial,” ujar Anjas.

Dia juga menegaskan bahwa aksi unjuk rasa dalam waktu dekat merupakan bentuk komitmen Grib Jaya dalam mendukung agenda pemberantasan korupsi, sejalan dengan semangat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini juga bagian dari komitmen kami untuk mengawal kebijakan Presiden Prabowo. Kami minta ini menjadi perhatian Kapolres yang baru—bahwa masyarakat menaruh harapan besar pada penegakan hukum,” ujarnya.

Anjas pun mengutip pesan Ketua Umum Grib Jaya, Hercules, yang disampaikan saat kunjungannya ke Pondok Pesantren As’adiyah, Kabupaten Wajo, baru-baru ini.

“Kalau benar, jangan takut. Sampaikan kepada saya setiap ada dugaan korupsi di wilayah, biar saya teruskan langsung ke Presiden Prabowo,” kata Anjas menirukan arahan Hercules kepada Ketua DPC Grib Jaya, Muhammad Rusli AB. (Tim)