SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Proyek pembangunan dermaga di Kampus Politani Pangkep yang direncanakan berlangsung dalam dua tahap sejak 2019 dengan anggaran mencapai Rp20 miliar dari APBN, diduga mangkrak.

Hingga tahun ini, proyek tersebut masih terbengkalai berdasarkan hasil pantauan Simpul Rakyat di lokasi, Selasa (25/2/2025) lalu.

Di hari yang sama, Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Kamaruddin, mengungkapkan bahwa tahap pertama pembangunan telah selesai.

Meski begitu, dia mengaku tidak mengetahui kapan tahap kedua akan dilaksanakan karena belum adanya anggaran.

“Saya tidak tahu kapan dilaksanakan untuk tahap keduanya karena belum ada anggarannya,” ujar Kamaruddin.

Saat ditanya mengenai fungsi dermaga tersebut, Kamaruddin mengklaim bahwa meskipun belum rampung 100 persen, dermaga itu sudah digunakan oleh mahasiswa untuk praktik.

“Dermaga itu sudah dipakai praktik oleh mahasiswa, mahasiswa naik perahu untuk ke tempat sandaran kapal,” ungkapnya.

Hasil pantauan Simpul Rakyat di lokasi menunjukkan bahwa dermaga yang diperkirakan memiliki panjang total 600 meter, hingga kini baru terbangun sekitar 300 meter.

Lebih lanjut, Kamaruddin mengungkapkan bahwa proyek dermaga tersebut telah melalui pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Polda Sulsel.

“Dermaga itu sudah diperiksa oleh BPK dan tidak ada temuan, juga telah diperiksa oleh Polda Sulsel dan hasilnya tidak ada temuan,” kata Kamaruddin.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah dipanggil oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep terkait proyek ini.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Pangkep, Hasriadi, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya sempat mempertanyakan proyek dermaga tersebut kepada PPK-nya.

“Iya, kami pertanyakan terkait dermaga, namun katanya sudah ditangani oleh Polda. Sejak itu, kami tidak tahu kelanjutan dari persoalan dermaga tersebut,” ungkap Hasriadi ke media ini saat disambangi di ruang kerjanya, Kamis (27/2) kemarin.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sempat meninjau langsung kondisi dermaga tersebut dan menilai ada hal yang menimbulkan pertanyaan.

“Namun kami pernah meninjau langsung kondisi dermaga tersebut, tidak bisa dipungkiri menimbulkan pertanyaan,” pungkasnya. (Tim Redaksi)