SimpulRakyat.co.id, Pangkep — Dalam pengamatan terkait visi dan misi pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pangkep 2024, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menilai tidak ada satu pun paslon yang secara tegas menyasar isu-isu perempuan, perlindungan anak, dan inklusi sosial.
Kritik ini disampaikan oleh Penanggungjawab KPI (Untuk Keadilan dan Demokrasi) Cabang Pangkep, Haniah, melalui pernyataan tertulis yang diterima oleh Simpul Rakyat, Jumat (25/10/2024).
“Meskipun pada umumnya, paslon telah menyebutkan sektor-sektor yang berhubungan dengan dengan isu-isu tersebut, namun jika tidak eksplisit disebutkan maka tetap saja tidak dapat menyakinkan masyarakat bahwa kelompok marginal tersebut akan sepenuhnya dijamin akan mendapatkan manfaat pembangunan,” ujar Haniah.
Haniah menambahkan, penting untuk menguji perspektif dan pemahaman paslon terkait pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
“Debat Paslon merupakan ajang yang sangat penting dan strategis untuk masyarakat, khususnya kelompok rentan dapat mendengarkan dan menilai, seperti apa visi misi paslon akan diimplementasikan melalui pembangunan di Kabupaten Pangkep,” tegas aktivis perempuan ini.
Penanggungjawab KPI Pangkep ini juga menyoroti perlunya rumusan pertanyaan yang mencakup isu-isu perempuan dan kelompok marginal dalam Debat Paslon.
“Jadi Debat Paslon akan semakin baik jika pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para paslon, juga akan mencakup isu-isu tersebut. Dan hal ini, akan sangat tepat jika dirumuskan oleh aktivis perempuan yang selama ini bergelut dengan kelompok marginal,” tambah Haniah.
Menurut Haniah, keberadaan aktivis perempuan dalam penyusunan daftar pertanyaan akan menambah bobot serta relevansi isu yang diangkat. Namun, ia menyayangkan tidak adanya keterwakilan perempuan di dalam Panelis Debat.
“Kami menilai, ketiadaan keterwakilan perempuan di dalam Panelis Debat merupakan gagal paham KPU Pangkep mengenai keterwakilan perempuan. Ataukah, Debat Paslon ini hanya untuk formalitas belaka? Siapa yang tahu,” pungkas Haniah.
Kritik dari Koalisi Perempuan Indonesia ini menggarisbawahi pentingnya inklusi sosial dan keterwakilan perempuan dalam proses Pilkada untuk memastikan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. (*)


Tinggalkan Balasan